>
Tampilkan postingan dengan label Buletin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buletin. Tampilkan semua postingan

SHAUM ADALAH OBATKU


 Banyak orang yang sangat terganggu dengan berbagai masalah yang di hadapi, salah satunya adalah masalah kesehatan, mulai dari penderitaan akan penyakit yang dialami serta cara penanganannya. Ada salah satu obat yang mampu menyelesaikan berbagai penyakit dengan harga yang sangat terjangkau, bahkan anda tak perlu merogoh kocek terlalu dala, atau bahkan anda tak prrlu mengeluarkan uang sedikitpun. Obat ini sangat mujarab dan direkomendasikan oleh banyak ahli kesehatan, bahkan khasiatnya tidak kalah dengan madu, habbatusauda ataupun yang lainnya. Tahukah anda? Obat itu adalah shaum atau yang lebih di kenal dengan istilah puasa, untuk lebih jelasnya, mari kita simak baik-baik penjelasan berikut ini.
Dr. Lord Stoddart dalam bukunya "'The New World of Islam" menyebutkan Muhammad adalah pembangun ruhani yang hebat, seorang ahli strategi, pemimpin umat, politikus ulung, ekonom serta sebagai seorang yang sosialis demokrat, beliau menolak segala pujian yang diberikan atas diri pribadinya.
Juga dalam buku "Hero is a Prophet", Thomas Carlyle mengemukakan, "umat Islam yang telah rnenerima pimpinan bimbingan Nabi Muhammad saw kemudian berhasil mendirikan pemerintahan di Spanyol yang sangat mengagumkan di abad pertengahan, sedangkan bangsa Eropa kala itu masih diliputi kebodohan."
Sementara dalam buku "The Law Quartely", Prof. Vaswani mengatakan: "Dengan wahyu Allah Yang Maha Pemurah, agama Islam menjadi suluh kemajuan di Afrika, Cina, Asia, Eropa, Persia dari Hindustan, sedang Eropa masih tidur nyenyak, kemudian umat Islam membangkitkan dan memberi bimbingan bagi mereka "
Dalam New Internationale Encyclopaedie disebutkan "Dunia sekarang harus banyak terterima kasih kepada Islam, sebab merekalah yang mempelopori kemajuan dunia." Umat Islam telah membangun gedung-gedung yang mengagumkan dunia seperti Taj Mahal dan AI Hambra yang kondang kolaka itu.
Mereka itulah yang mula-mula menemukan Aljabar, Ilmu Hitung, Kimia dan obat-obatan. Mereka yang pertamakalinya mendirikan Universitas di Baghdad, sehingga rombongan dari luar negeri, utamanya dari Eropa datang kesana untuk menjadi murid umat Islam.
Dalam Encyclopaedia Britannica menyebutkan, "Islam telah lebih dulu mengarang bermacam macam buku yang kemudian dikutip orang seantero jagat hingga sekarang. Di Cairo mereka telah mendirikan perpustakaan yang kondang di dunia. Sedangkan di masa itu London sebagai tempat yang kotor dan jelek, serta jalan-jalannya berbau busuk, padahal orang Islam mendirikan Cordova yang terkenal lantararan keindahan gedung gedung dan kebun kebunnya yang menawan."
Juga dalam buku "Ottasen's Eenvondige Wereld Geschidemis. Dr. Kernkamf menulis "Orang Islam menjadi dokter yang pandai dan ahli ilmu pengetahuan. Mereka itulah yang pertama kali mengarang angka satu sampai sepuluh yang digunakan hingga sekarang. Mereka sudah berhasil membuat dari meracik obat obatan, menciptakan penerangan (lampu) di jalan, mendirikan masjid dan istana yang indah, bercocok tanam, sedanlgkan orang Eropa mendapat beras dari orang Islam."
The roman Empire oleh Edward Gibson menyebutkan, bahwa dunia baru dibangun oleh Muhammad yang dianut oleh sejumlah 450 juta manusia di atas dasar spiritualitas.
Pujangga Barat lain berkata: "Long before the French revolution, Islam stood for liberty, equality and, Fraternity (lama sebelum Revolusi Perancis. Islam telah berdiri tegak dalam kemerdekaan, persamaan dan persaudaraan).
Demikianlah hasil karya yang dihasilkan oleh kecakapan otak lahir dan kecerdasan otak bathin yang dimiIiki oleh umat Islam di zaman Nabi dan Khulafaurrasyidin serta ahli falsafah dengan melakukan shaum. Cobalall kita simak dan teliti biografi orang orang besar dan kalangan intelektual yang genius, tentu akan diketahui bahwa dalam hidupnya senantiasa berpuasa.
Seorang cendikiawan Barat yang masuk Islam mengatakan "First satisfy your intellect through sound reasoning, Faith will automatically spring up" (Terlebih dahulu hendaklah diselidiki dan ditimbang secara mendalam sehingga hasil pemikiranmu dapat memuaskan dan keyakinan "iman" otomatis akan datang sendiri).
Demikianlah rahasia shaum yang sanggup mencetak manusia menjadi intelek dan berkeprimanusiaan yang tinggi dan berkepribadian menuju kebahagiaan lahir dan batin yang sangat besar sekali manfaatnya kepada sesama mahluk hidup, masyarakat, bangsa dan negara.
Seorang ahli kesehatan berkata "Pencernaan itu adalah pusat penyakit dan berpantang itu adalah pokok obat." Ada yang berpendapat bahwa susunan kata tersebut adalah hadits Nabi, sehingga sementara ulamapun berpendapat demikian, sebenarnya bukan sabda Nabi, melainkan pitutur seorang shalih zaman dahulu.
Dalam buku Al Lu'lu Marshu halaman 73, Imam Zarkasyi berkata, ucapan itu tidak bersumber dari pada sabda Nabi, melainkan ucapan seorang tabib.
Peribahasa Latin menyebutkan: Plenus Venter non student it benter yang artinya: perut yang penuh makanan sukar belajar. Dan itulah sebabnya Napoleon Bonaparte mengatakan "Obatku adalah shaum."
Bagaimana? Apakah anda tertarik mencobanya? Sekian dari kami, Allahumasyfi.
Oleh: Muhamad Aries
READMORE
 

Video Pengakuan Informan Israel Ditayangkan



AFP PHOTO/MAHMUD HAMSAnggota aparat keamanan Hamas berjalan di bawah bendera berukuran raksasa Palestina dalam sebuah aksi memperingati Hari Nakba di Gaza City, Selasa (15/5/2012). Hari Nakba diperingati sebagai "hari malapetaka" bagi rakyat Palestina karena pada hari itu, 15 Mei 1948, Israel menguasai wilayah Palestina dan mendeklarasikan negara Israel.

Kementerian Dalam Negeri Hamas, Kamis (28/6/2012), menayangkan apa yang mereka sebut sebagai rekaman pengakuan kolaborator dan informan kawakan Israel di Jalur Gaza.
Video tersebut, yang dibuat oleh Dinas Keamanan Hamas, memperlihatkan beberapa orang dengan wajah diburamkan yang mengaku membantu Israel memperoleh keterangan yang mengakibatkan kematian para pemimpin senior Gerakan Perlawanan Islam itu dan kelompok bersenjata lainnya.
Dengan bantuan informasi tersebut, Israel membunuh Abdul-Aziz Ar-Rantisi, seorang pemimpin Hamas, melalui serangan udara pada 2005, dan Said Siam—mantan Menteri Dalam Negeri Hamas—tewas dalam pengeboman Israel selama operasi ke Jalur Gaza pada 2008-2009.
Kolaborator itu meliputi mantan anggota kelompok gerilyawan Palestina dan seorang mantan personel keamanan Pemerintah Otonomi Nasional Palestina (PNA) yang telah bekerja di Jalur Gaza sebelum Hamas mengambil alih wilayah tersebut pada 2007.
Hamas menyatakan, aparat keamanannya terlibat dalam "perang otak" dengan dinas intelijen Israel, demikian laporan Xinhua.
Seorang pejabat yang tak disebutkan jati dirinya dari PNA, yang telah terkungkung di Tepi Barat Sungai Jordan sejak 2007, mengatakan, yang disiarkan Hamas "tak layak ditanggapi".
Ia merujuk kepada tuduhan Gerakan Perlawanan Islam tersebut bahwa dinas keamanan PNA memberi informasi kepada Israel mengenai kelompok gerilyawan Palestina garis keras

Ibanz_H
.
READMORE
 

Pentax K-30, Kamera DSLR Tahan Debu dan Air dengan Resolusi 16,3 MP

Berbagai vendor kamera berlomba-lomba menghadirkan kamera DSLR yang berkualitas, setelah Canon dengan Canon EOS 650 dan Sony dengan A37 miliknya, kini hadir Pentax dengan kamera Digital SLR terbarunya yang dinamai K-30.
Kamera ini dibekali dengan kemampuan merekam video full HD dan diklaim anti debu dan tahan air yang membuat kamera DSLR ini cocok digunakan untuk anda yang hoby hiking atau jalan-jalan.
Kamera Pentax A-37 ini memiliki sensor ukuran APS-C dengan resolusi 16,3 megapiksel. Kamera ini juga memiliki Maksimum shutter speed hingga 1/6000 sec, range ISO 100 – 25.600, 11 titik fokus, 100% coverage view finder, dan 6,3 fps continuous shooting.
Pentax A-37 juga dapat digunakan untuk merekam video dengan resolusi diantaranya 1920 x 1080 (30, 25, 24 fps), 1280 x 720 (60, 50, 30, 25, 24 fps), dan 640 x 424 (30, 25, 24 fps).
Kamera DSLR dari Pentax ini dijadwalkan akan hadir pada bulan Juli 2012 dengan body yang dihargai sekitar 849,95 dan $ 899,95 jika dengan lensa kit DA L 18-55mm.
READMORE
 

Volunia, Situs Baru Yang Berani Menantang Google Dan Yahoo

Apakah anda berani menantang Google? Seorang profesor ilmu komputer asal Italia, Massimo Marchiori, berani menantang Google dengan menciptakan situs yang dinamai Volunia.
Massimo Marchiori mengklaim, Volunia memungkinkan penggunanya untuk melihat komponen website tertentu untuk mencari topik yang menarik lebih cepat dan untuk berinteraksi dengan pengguna terdaftar yang dapat melihat halaman web yang sama.
Marchiori juga mengatakan bahwa dia yakin fungsi yang tersedia pada Volunia akan segera menjadi fungsi standar pada semua mesin pencari utama termasuk Google dan Yahoo!. Alogritma baru bernama HyperSearch yang dibuatnya diklaim akan menjadi dasar-dasar mesin pencari di masa depan.
Larry Page, pendiri Google akan menjadikan temuan Marchiori ini sebagai dasar algoritma baru di mesin pencarinya. Volunia sendiri baru akan diluncurkan kepada pengguna yang dipilih pada hari Senin dan akan diluncurkan secara lebih luas dan dalam 12 bahasa termasuk bahasa Arab, Inggris, Jepang dan Rusia.

Ibanz_H
READMORE
 

Masjid al-ijtihadul Islami; Sejarah dan Perkembangan


Masjid al-Ijtihadul Islami, begitulah ketika orang-orang yang berada di sekitar wilayah masjid ketika melihat masjid ini.
Dengan luas yang dapat menampung hingga ratusan jama'ah ini, menjadi pusat jama'ah Persatuan Islam 112 yang ada di Bogor Utara,
tetapi ketika kami menanyakan kapan masjid ini di bangun, tidak ada yang tahu pasti kapan masjid ini di bangun atau di buat.

Ketika kami menanyakan kepada bapak Izudin Tamim (sesepuh yang sudah lama tinggal di situ, ujar orang-orang yang berada di sekitar situ), beliau mengatakan bahwa, mesjid ini di bangun sejak saya belum lahir, kira-kira dua tahun sebelum saya lahir, sedangkan umur saya sudah 87 tahun, berarti masjid ini di bangun pada tahun 1923, begitu ujarnya.

dulu hanya terbuat dari bambu dan atapnya hanya terbuat dari daun kirai (seperti daun kelapa). Seiring berjalannya waktu, merenovasi masjid ini pun terus di lakukan, dan juga sumbangan oleh para donatur yang terus di lakukan, membuat masjid ini dapat berdiri dengan kokoh sampai sekarang ini.



Oleh : Muhammad Ma'ruf,Azhar.M.Faris,Faris Akhyari 

READMORE
 

Makanan Rasululloh


Meja makan dan piring silih berganti dipajang di rumah para pembesar kaum dan para penguasa. Lain halnya dengan Nabi umat ini, padahal negara beserta rakyatnya di bawah kekuasaan beliau. Unta yang penuh dengan muatan tiada henti-hentinya datang kepada beliau. Emas dan perak selalu terhampar di hadapan beliau. Tahukah kita makanan dan minuman beliau? Apakah seperti hidangan para raja? Atau lebih mewah dari itu? Ataukah seperti hidangan orang-orang kaya dan bergelimang harta? atau lebih lengkap dan lebih komplit? janganlah terkejut melihat hidangan Rasululloh shallallahu ‘alaihi wasallam yang sederhana lagi memprihatinkan. Anas bin Malik mengungkapkan kepada kita sebagai berikut: “Rasululloh tidak pernah makan siang dan makan malam dengan daging beserta roti kecuali bila menjamu para tamu.” (HR: At-Tirmidzi)
Karena sedikitnya jamuan yang tersaji dan banyaknya peserta hidangan, beliau tidak dapat makan kenyang kecuali dengan susah payah. Tidak pernah sekalipun beliau dapat makan sampai kenyang kecuali ketika menjamu para tamu. Beliau dapat kenyang bersama para tamu yang mesti beliau layani.
‘Aisyah radhiyallahu ‘anha mengungkapkan, yang artinya: “Keluarga Rasululloh shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah makan roti gandum sampai kenyang dua hari berturut-turut hingga beliau wafat.” (HR: Muslim)
Dalam riwayat lain disebutkan, yang artinya: “Keluarga Rasululloh shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah makan roti gandum sampai kenyang tiga hari berturut-turut semenjak tiba di kota Madinah sampai beliau wafat.” (Muttafaq ‘alaih)
Bahkan Rasululloh shallallahu ‘alaihi wasallam pernah tidak mendapatkan sesuatu untuk dimakan. Hingga beliau tidur dalam keadaan lapar, tidak ada sesuap makanan pun yang mengganjal perut beliau. Ibnu Abbas menuturkan sebagai berikut, yang artinya: “Rasululloh shallallahu ‘alaihi wasallam dan keluarga beliau tidur dalam keadaan lapar selama beberapa malam berturut-turut. Mereka tidak mendapatkan hidangan untuk makan malam. Sedangkan jenis makanan yang sering mereka makan adalah roti yang terbuat dari gandum.” (HR: At-Tirmidzi)
Keadaan seperti itu bukan karena beliau tidak punya atau kekurangan harta. Justru harta melimpah ruah berada dalam genggaman beliau dan harta-harta pilihan diusung ke hadapan beliau. Akan tetapi, Alloh Subhanahu wata’ala memilih keadaan yang paling benar dan sempurna bagi Nabi-Nya Subhannahu wa Ta’ala.
‘Uqbah bin Al-Harits berkata: “Pada suatu hari Rasululloh shallallahu ‘alaihi wasallam mengimami kami shalat Ashar. Seusai shalat, beliau segera memasuki rumah, tidak lama kemudian beliau keluar kembali. Aku bertanya kepada beliau, atau ada yang bertanya kepada beliau tentang perbuatan beliau itu. Beliau menjawab, yang artinya: “Aku tadi meninggalkan sebatang emas dari harta sedekah di rumah. Aku tidak ingin emas itu berada di tanganku sampai malam nanti. Karena itulah aku segera membagikannya.” (HR: Muslim)
Kedermawanan yang menakjubkan dan pemberian yang tiada bandingannya hanya dapat dijumpai pada diri Rasululloh shallallahu ‘alaihi wasallam.
Anas bin Malik radhiallahu anhu mengungkapkan, yang artinya: “Setiap kali Rasululloh shallallahu ‘alaihi wasallam dimintai sesuatu karena Islam, beliau pasti memberinya. Pernah datang menemui beliau seorang laki-laki, lantas beliau memberinya seekor kambing yang digembala di antara dua gunung (kambing yang gemuk). Lelaki itu kembali menemui kaumnya seraya berseru: “Wahai kaumku, masuklah kamu ke dalam Islam! Sesungguhnya Muhammad selalu memenuhi segala permintaan seakan-akan ia tidak takut jatuh miskin.” (HR: Muslim)
Meski dengan kedermawaan dan pemberian yang demikian menakjubkan itu, namun cobalah lihat keadaan diri beliau , Anas bin Malik menuturkannya kepada kita. Ia berkata, yang artinya: “Rasululloh shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah makan hidangan di meja makan hingga beliau wafat, beliau juga tidak pernah makan roti yang terbuat dari gandum halus hingga beliau wafat.” (HR: Al-Bukhari)
‘Aisyah radhiyallahu ‘anha mengisahkan, yang artinya: “Pada suatu hari, Rasululloh Shallallahu’alaihi wasallam datang menemuiku. Beliau bertanya: “Apakah kamu masih menyimpan makanan?” ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha menjawab: “Tidak ada!” Beliau berkata: “Kalau begitu aku berpuasa.” (HR: Muslim)
Dalam sebuah riwayat yang shahih disebutkan bahwa Rasululloh shallallahu ‘alaihi wasallam dan keluarganya pernah selama sebulan atau dua bulan hanya memakan Aswadaan, yaitu kurma dan air. (HR: Bukhari & Muslim)
Dari Abu Hurairah radhiallaahu anhu ia berkata, yang artinya: “Rasululloh shallallahu ‘alaihi wasallam sama sekali tidak pernah mencela makanan. Beliau akan memakannya bila suka, bila tidak, beliau akan membiarkannya.” (Muttafaq ‘alaih)
Wahai saudaraku tercinta lagi mulia, bagi yang belum puas dan belum merasa cukup, akan saya bawakan secara ringkas ucapan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah sebagai berikut: “Adapun mengenai masalah makanan dan pakaian, sebaik-baik petunjuk di dalam masalah ini adalah petunjuk Rasululloh shallallahu ‘alaihi wasallam. Etika beliau terhadap makanan ialah memakan apa yang disajikan bila beliau menyukai-nya. Beliau tidak menolak makanan yang dihidangkan, dan tidak mencari-cari apa yang tidak tersedia. Jika disajikan roti dan daging, beliau akan memakannya. Bila dihidangkan buah-buahan, roti dan daging, beliau akan memakannya. Jika dihidangkan kurma saja atau roti saja, beliau pun memakannya juga. Bila dihidangkan dua jenis makanan, beliau tidak lantas berkata: “Aku tidak mau menyantap dua jenis makanan!” Beliau tidak pernah menolak makanan yang lezat dan manis. Dalam hadits beliau menyebutkan, yang artinya: “Akan tetapi aku berpuasa dan berbuka. Aku shalat malam dan juga tidur. Aku juga menikahi wanita dan juga memakan daging. Barangsiapa yang membenci sunnahku, maka ia bukan termasuk golongan-ku.”

Alloh telah memerintahkan kita supaya memakan makanan yang baik-baik dan memerintahkan supaya banyak-banyak bersyukur kepada-Nya. Barang siapa yang mengharamkan makanan yang baik-baik, ia tentu termasuk orang yang melampaui batas.
Barang siapa yang tidak bersyukur, maka ia telah menyia-nyiakan hak Alloh. Petunjuk Rasululloh shallallahu ‘alaihi wasallam adalah petunjuk yang paling tepat dan lurus. Ada dua jenis orang yang menyimpang dari petunjuk beliau: “Kaum yang berlebih-lebihan, mereka memuaskan nafsu syahwat dan melarikan diri dari kewajiban; Kaum yang mengharamkan perkara yang baik-baik dan mengada-adakan perbuatan bid’ah, seperti bid’ah rahbaniyyah yang tidak disyariatkan Allah . Sebab, tidak ada rahbaniyyah di dalam agama Islam.”
Kemudian Syaikhul Islam melanjutkan: “Setiap yang halal pasti baik, dan setiap yang baik pasti halal. Karena Allah telah menghalalkan seluruh perkara yang baik-baik bagi kita dan mengharamkan seluruh perkara yang jelek. Dan termasuk makanan yang baik ialah yang berguna lagi lezat. Dan Allah telah mengharamkan seluruh perkara yang memudharat-kan kita serta menghalalkan seluruh perkara yang bermanfaat bagi kita.
Kemudian beliau rahimahullah melanjutkan: “Umat manusia memiliki selera yang beraneka ragam dalam hal makanan dan pakaian. Kondisi mereka berbeda-beda pada saat lapar dan kenyang. Keadaan seorang insan juga selalu berubah-ubah. Akan tetapi, amal yang terbaik adalah yang paling mendekatkan diri kepada Alloh Subhanahu wata’ala dan yang paling bermanfaat bagi pelakunya.” (Majmu’ Fatawa II / 310)
(Sumber Rujukan: Sehari Di Kediaman Rasululloh Shallallahu’alaihi Wasallam, Asy-Syaikh Abdul Malik bin Muhammad bin Abdurrahman Al-Qasim)
Disalin dari: Arsip Moslem Blogs dan sumber artikel dari Media Muslim Info
READMORE
 

Persahabatan Yang Tulus


‘Aisyah radhiyallahu ‘anha menuturkan bahwa setiap kali disampaikan kepada Rasulloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam sesuatu yang kurang berkenan dari seseorang, beliau tidak mengatakan: “Apa maunya si ‘Fulan’ berkata demikian!” Namun beliau mengatakan: “Apa maunya ‘mereka’ berkata demikian!” (HR: At-Tirmidzi)
Anas bin Malik radhiallaahu anhu menceritakan bahwa pernah suatu kali seorang lelaki datang menemui Rasululloh shallallahu ‘alaihi wasallam dengan bekas celupan berwarna kuning pada pakaiannya (bekas za’faran). Biasanya Rasululloh shallallahu ‘alaihi wasallam sangat jarang menegur sesuatu yang dibencinya pada seseorang di hadapannya langsung. Setelah lelaki itu pergi, beliau pun berkata, yang artinya: “Alangkah bagusnya bila kalian perintahkan lelaki itu untuk menghilangkan bekas za’faran itu dari bajunya.” (HR: Abu Daud & Ahmad)
Abdullah bin Mas’ud Radhiallaahu anhu berkata bahwa Rasululloh shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda, yang artinya: “Inginkah aku kabarkan kepadamu oang yang diselamatkan dari api Neraka, atau dijauhkan api Neraka darinya? Yaitu setiap orang yang ramah, lemah lembut dan murah hati.” (HR: At-Tirmidzi)
(Sumber Rujukan: Sehari Di Kediaman Rasululloh Shallallahu’alaihi Wasallam, Asy-Syaikh Abdul Malik bin Muhammad bin Abdurrahman Al-Qasim)
Disalin dari: Arsip Moslem Blogs dan sumber artikel dari Media Muslim Info
READMORE
 

Menunaikan Hak

Hak-hak yang wajib ditunaikan seorang insan sangat banyak. Disana ada hak Alloh Subhanahu wa Ta’ala, hak kepada keluarga, hak untuk diri pribadi maupun hak untuk orang lain seperti tetangga dan lainnya. Tahukah kita bagaimana Rasululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam membagi waktunya dalam sehari untuk menunaikan hak-hak tersebut?
Anas bin Malik radhiallaahu anhu menuturkan, yang artinya: “Tiga orang sahabat pernah datang ke rumah Rasululloh shallallahu ‘alaihi wasallam untuk menanyakan ibadah yang beliau lakukan. Setelah diceritakan tentang ibadah beliau, mereka merasa ibadah yang mereka kerjakan terlalu sedikit dibandingkan dengan ibadah beliau. Mereka berkata: “Alangkah jauh kedudukan kita dari Rasululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam! padahal telah diampuni dosa beliau yang lalu maupun yang akan datang. Seorang di antara mereka berkata: “Aku akan shalat malam selamanya.” Yang lain berkata: “Sedangkan aku akan berpuasa terus menerus tanpa berbuka.” Seorang lagi berkata: “Adapun aku akan menjauhi wanita dan tidak akan menikah selamanya.” Kemudian Rasululloh shallallahu ‘alaihi wasallam mendatangi mereka dan berkata: “Kaliankah yang mengatakan begini dan begini?! Demi Alloh, aku adalah orang yang paling takut kepada Alloh Subhanahu wata’ala dan yang paling bertakwa kepada-Nya dari pada kalian semua. Akan tetapi aku berpuasa dan berbuka, aku shalat malam dan juga tidur, aku juga menikahi wanita. Barangsiapa yang membenci Sunnahku, maka ia bukan termasuk golonganku.” (Muttafaq ‘alaih)
Dari hadist diatas terlihat bahwa seorang muslim harus hidup sebagaimana mestinya tanpa melakukan hal-hal yang melampaui batas. Kita harus memenuhi hak-hak atas tubuh kita ini yang membutuhkan makanan dan minuman serta kebutuhan batiniah berupa pernikahan dan keluarga. Kita harus memperhatikan dan membantu lingkungan kita mulai dari bermuamalah dengan masyarakat sampai dengan membersihkan lingkungan.
(Sumber Rujukan: Sehari Di Kediaman Rasululloh Shallallahu’alaihi Wasallam, Asy-Syaikh Abdul Malik bin Muhammad bin Abdurrahman Al-Qasim)
Disalin dari: Arsip Moslem Blogs dan sumber artikel dari Media Muslim Info
READMORE
 

Tersenyumlah …


Tertawa sewajarnya merupakan obat kecemasan dan pelipur kesedihan. Dalam senyum terdapat kekuatan yang menakjubkan dalam menggembirakan jiwa dan menyenangkan hati, sehingga Abu darda berkata: “Sesungguhnya aku akan tertawa hingga hatiku akan terhibur.” Tertawa merupakan puncak keceriaan, kelegaan dan keriangan, asalkan tidak berlebihan, dengan sewajarnya, dan tidak di maksudkan mengejek atau mencemooh: “Jangan terlalu banyak tertawa, karena terlalu banyak tertawa akan mematikan hati.”
Hakikatnya, Islam adalah agama yang dibangun atas dasar keseimbangan dan keadilan, baik dalam hal akidah, ibadah, akhlak, maupun tingkah laku. Oleh karena itu, janganlah anda masamkan raut muka anda sehingga menakutkan orang yang melihat. Jangan pula anda tertawa terbahak – bahak. Akan tetapi, tampilkanlah wajah yang tenang, selalu berseri dan enak dipandang, sehingga menyenangkan orang yang memandang.
Kalau kita diminta memilih antara harta yang banyak atau jabatan terhormat dan jiwa yang tenang penuh keceriaan, tentu anda akan memilih yang kedua. Apa artinya harta jika jiwa penuh kemuraman? Apa artinya pangkat dan jabatan jika jiwa terkekang? Apa artinya kecantikan istri bila ia selalu cemberut dan menjadikan suasana rumah seperti neraka? Sungguh lebih baik seribu kali lipat istri yang tidak terlalu cantik tetapi mampu menciptakan suasana rumah seperti surga.
Senyum yang tampak secara lahir tidak akan bernilai bila muncul dengan pura – pura dan untuk menutupi seseorang yang berperangai menyimpang. Lihatlah bunga juga tersenyum; hutan tersenyum; dan lautan, sungai, langit, bintang, burung, semuanya tersenyum. Senyum mereka itulah senyum yang tulus.
Jiwa yang senantiasa tersenyum akan melihat kesulitan dengan nyaman sambil berusaha mengatasinya. Jika mereka melihat sebuah persoalan, mereka tersenyum dan tetap tersenyum ketika mampu mengatasinya. Sebaliknya, jiwa yang muram akan akan melihat kesulitan dengan kesedihan. Bila menemui kesulitan, ia akan meghindar atau  membesar-besarkannya, semangatnya melemah dan berandai andai dengan kata-kata “kalau”, “bila”, dan “jika”.
Betapa kita amat membutuhkan senyuman, keceriaan wajah, kelapangan dada, kemrahan hati, kelemahlembutan, dan keramahan. “Sesungguhnya Alloh Subhanahu wa Ta’ala telah mewahyukan kepadaku (Rasululloh Muhammad Shallallahu’alaihi wasallam) agar kalian bersikap tawadhu’ hingga tidak ada seorang pun yang berbuat zhalim terhadap orang lain.”
Disalin dari: Arsip Moslem Blogs dan sumber artikel dari Media Muslim Info
READMORE
 

Sifat Malu “Yang Mulia”


Manusia akan hidup dalam kebaikan selama rasa malu masih terpelihara, sebagaimana dahan akan tetap segar selama masih terbungkus kulitnya. Secara kodrat, kaum wanita sangat beruntung, dianugrahi fitrah penciptaannya  dengan rasa malu yang lebih dominan dibandingkan dengan pria. Namun, ironisnya, kini banyak sekali wanita yang justru merasa malu mempunyai sifat malu dan berusaha mencampakkan jauh-jauh sifat mulia dan terpuji itu. Sehingga, terlalu banyak kita jumpai saat ini kaum wanita yang lebih tidak tahu malu daripada laki-laki.
Malu adalah Iman
Lunturnya sifat malu dalam masyarakat merupakan salah satu parameter degradasi iman. Sebab, rasa malu akan segera menyingkir dengan sendirinya tatkala iman sudah terkikis. Sebagaimana sabda Rasululloh Shallallaahu alaihi wa Sallam, yang artinya: “Malu dan iman saling berpasangan. Bila salah satunya hilang, maka yang lain turut hilang.” (HR: Hakim dalam kitab Al-Mustadrak, ia berkata hadits ini shahih dengan syarat Bukhari Muslim dan Dzahabi menyepakatinya)
Rasululloh Shallallaahu alaihi wa Sallam pernah melewati seorang laki-laki Anshar yang mencela sifat malu saudaranya. Maka Rasululloh Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda, yang artinya: “Tinggalkan dia. Sesungguhnya malu itu sebagian dari iman.”Dari Abi Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasululloh Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda, yang artinya: “Iman itu ada tujuh puluh bagian. Yang paling tinggi adalah kalimat ‘la ilaha illallah’ dan yang paling rendah adalah menyingkirkan duri di jalan. Dan malu adalah bagian dari iman.” (HR: Bukhari)
Malu, Kunci Segala Kebaikan
Malu merupakan penghalang seseorang untuk melakukan perbuatan dosa. Hasrat seseorang untuk berbuat dosa berbanding terbalik dengan rasa malu yang dimilikinya.
Abu Hatim berkata: “Bila manusia terbiasa malu, maka pada dirinya terdapat faktor-faktor yang mendorong pada kebaikan. Sebaliknya orang yang tidak tahu malu dan terbiasa berbicara kotor maka pada dirinya tidak akan ada faktor-faktor yang mendorong pada kebaikan, yang ada hanya kejahatan.”
Muhammad Ibnu Abdullah Al-Baghdadi melantunkan syair sebagai berikut:
“Bila cahaya wajah berkurang,
maka berkurang pula rasa malunya
Tidak ada keindahan pada wajah,
Bila cahayanya berkurang
Rasa malumu peliharalah selalu,
Sesungguhnya sesuatu yang menandakan kemuliaan seseorang,
Adalah rasa malunya.”

Bukannya Tidak Pede
Mempunyai sifat malu bukan berarti menjadikan kita rendah diri, minder, atau nggak pede. Apalagi gara-gara ketidakpedean itu kita jadi urung melakukan kebaikan, amal shalih, dan menuntut ilmu. Jika hal itu terjadi pada diri kita, cobalah kita berintrospeksi, apakah sebenarnya malu yang kita rasakan itu karena Alloh Subhanahu wa Ta’ala atau karena manusia. Misalnya saja kita malu memakai jilbab yang syar’I, malu menunjukkan jati diri sebagai seorang Pria Muslim atau malu pergi ke majelis ta’lim. Apakah malu yang demikian ini karena Alloh Subhanahu wa Ta’ala atau hanya rasa malu, ketakutan dan kecemasan kita kepada selain-Nya? Padahal, malu kepada Alloh-lah yang seharusnya kita utamakan. Bukankah Alloh-lah yang paling berhak kita malui?
Al-Qurthubi rahimahulloh berkata: “Al-Musthafa (Nabi Muhammad) Shallallahu ‘alaihi wa Sallam adalah orang yang pemalu. Beliau menyuruh (umatnya) agar mempunyai sifat malu. Namun satu hal yang perlu diketahui bahwa malu tidak dapat merintangi kebenaran yang beliau katakan atau menghalangi urusan agama yang beliau jadikan pegangan sesuai dengan firman Alloh Subhanahu wa Ta’ala, yang artinya: “Dan Alloh tidak malu (menerangkan) yang benar” (QS: Al-Ahzab: 53)”.
Sifat malu memang adakalanya harus disingkirkan, yaitu saat kita menuntut ilmu. Dalam hal ini, Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu pernah berkata: “Orang yang tidak tahu tidak selayaknya malu bertanya, dan orang yang ditanya tidak perlu malu bila tidak mengetahuinya untuk mengatakan: Saya tidak tahu”.
Imam Bukhari rahimahulloh berkata: “Orang yang pemalu dan sombong tidak akan bisa mempelajari ilmu.” Hal ini juga dikuatkan oleh hadits yang diriwayatkan Aisyah radhiyallahu ‘anha. Ia berkata, “Sebaik-baik wanita adalah wanita Anshar. Rasa malu pada diri mereka tidak menghalangi mereka mendalami ilmu agama.” (Fathul Bari 1/229)
Harus Ditumbuhkan
Pengunjung Media Muslim INFO yang tercinta… sifat yang mulia ini selayaknyalah kita pupuk dengan baik dan kita jaga agar tidak musnah dari diri kita. Berbahagialah kita, jika kita terlahir sebagai sebagai seorang yang pemalu, yang berati kita telah mempunyai sifat dasar yang baik. Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa Sallam pernah bersabda kepada Asyaj dari bani Anshar, yang artinya: “Pada dirimu ada dua sifat yang Alloh Subhanahu wa Ta’ala sukai.” Maka ia bertanya, “Apakah itu, wahai Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa Sallam?” Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa Sallam menjawab; “Sabar dan malu”. Asyaj bertanya lagi, “Apakah kedua sifat itu sudah ada sejak dulu atau baru ada?”. Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa Sallam menjawab, “Sejak dulu.” Asyaj berkata, “Puji syukur kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala yang telah memberiku dua sifat yang Allah sukai “ (HR: Ibnu Abi ‘Ashim).
Jika memang kita rasakan sifat itu kurang pada diri kita, maka tidak perlu khawatir karena sifat itu dapat ditumbuhkan. Dengan meningkatkan iman, ma’rifatulloh, dan pendekatan diri kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala sehingga dalam diri kita timbul kesadaran bahwa Alloh Subhanahu wa Ta’ala senantiasa mengawasi, mengetahui segala sesuatu yang kita kerjakan dan yang kita simpan dalam hati maka akan tumbuhlah malu imani yang mampu mencegah seseorang berdosa karena takut pada Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Wallahu a’lam.
(Sumber Rujukan: Al-Qur’an, Fathul Bari, Hadits Bukhori dan Muslim dan berbagai sumber lainnya)
Disalin dari: Arsip Moslem Blogs dan sumber artikel dari Media Muslim Info
READMORE
 

PEMBAHASAN MAKIYYAH DAN MADANIYYAH


Bul. Hayatuna Eds. 04/Th. 02 (24 Februari 2012/02 Rabiut Tsani 1433 H)
Pengertian Makiyyah dan Madaniyyah
       Makiyyah dan Madaniyyah memiliki banyak pengertian dari berbagai pendapat. Diantara pengertian tersebut sebagaimana yang diambil dari buku Samudera Ulumul Qur’an, ada beberapa istilah dalam pembagian pendapat menurut para ulama tentang Makiyyah dan Madaniyyah. Diantara pengertian tersebut:
       Pendapat yang pertama, Makiyyah adalah wahyu yang diturunkan sebelum Hijrah. Sedangkan, Madaniyyah adalah wahyu yang turun setelah hijrah, meskipun turunnya itu di Makkah maupun di Madinah. Dalam riwayat Utsman bin Sa’ad Ar-Razi dengan sanad yang sambung kepada Yahya bin Sallam, ia berkata: “Surat atau ayat yang diturunkan di Makkah atau yang diturunkan dalam perjalannan menuju Madinah, maka wahyu tersebut termasuk Makiyyah, adapun surat atau ayat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. ketika beliau sedang dalam perjalanan tapi setiba beliau di Madinah maka dikategorikan Madaniyyah.
       Pendapat yang kedua, Makiyyah adalah wahyu yang turun di Makkah meskipun turunnya itu setelah hijrah, dan Madaniyyah adalah wahyu yang turun di Madinah.
       Pendapat yang ketiga, yang disebut dengan Makiyyah yaitu  wahyu yang khusus diturunkan untuk penduduk Makkah dan sekitarnya. Adapun Madaniyyah yaitu wahyu yang khusus diturunkan untuk penduduk Madinah.
       Dalam pengertian lain tentang Makiyyah dan Madaniyyah, ada beberapa persfektif pendefinisian secara terminologi (bahasa) diantaranya
1. Persfektif masa turun
        Makiyyah adalah ayat-ayat yang turun sebelum Rasulullah saw. hijrah ke Madinah, kendatipun bukan turun di Makkah, sedangkan Madaniyyah adalah ayat-ayat yang turun setelah Rasulullah saw. hijrah ke Madinah kendatipun bukan turun di Madinah. Ayat-ayat yang turun setelah peristiwa hijrah disebut Madaniyyah walaupun turun di Makkah atau Arafah.
2. Perspektif tempat turun
        Makiyyah adalah ayat-ayat yang turun di Makkah dan sekitarnya seperti Mina, Arafah dan Hudaibiyah, sedangkan Madaniyyah adalah ayat-ayat yang turun di Madinah dan sekitarnya seperti Uhud, Quba dan Sula.
3. Perspektif objek pembicaraan
        Makiyyah adalah yang menjadi kitab orang-orang Makkah, sedangkan Madaniyyah adalah ayat-ayat yang menjadi kitab oaring-orang Madinah.
4. Perspektif tema pembicaraan
        Pembicaraan ayat-ayat Makiyyah mengandung tema kisah-kisah para Nabi dari umat-umat terdahulu. Sedangkan ayat-ayat Madaniyyah mengandung tema Fara’idh dan ketentuan Had.
Ciri-ciri Makiyyah dan Madaniyyah
       Ada beberapa ciri dan ketentuan dari Makiyyah dan Madaniyyah diantaranya kesimpulan para ulama tentang  beberapa ketentuan analogis bagi keduanya yang menerangkan ciri-ciri khas gaya bahasa dan persoalan-persoalan yang dibicarakan. Dari ketentuan itu menghasilkan kaeadah-kaedah ciri-ciri tersebut.
a. Ketentuan Surat Makiyyah
    1) Surah yang didalamnya mengandung “سجدة
    2) Surah yang mengandung lafazh “كلا“ Lafazh ini hanya terdapat dalam separuh ayat terakhir dari Al-qur’an dan disebutkan sebanyak 33 kali dalam 15 surah.
    3) Setiap surah yang mengandung seruan “لناس  يأيها
    4) Setiap surah yang mengandung kisah para Nabi dan umat-umat terdahulu. Kecuali surah Al-Baqarah.
    5) Setiap surah yang mengandung kisah Adam dan Iblis kecuali surah Al-Baqarah.
    6) Setiap surah yang dibuka dengan huruf-huruf singkatan, kecuali Al-Baqarah dan Ali Imran. Sedangkan surah Ar-Ra’du masih diperselisihkan.
b. Tema dan Gaya Bahasa Surah Makiyyah
1) Ajakan kepada tauhid dan beribadah hanya kepada Allah SWT, pembuktian mengenai risalah, kebangkitan dan hari pembalasan, hari kiamat, neraka dan siksanya, surga dan nikmatnya, argumentasi dengan orang musyrik, dengan menggunakan bukti-bukti rasional dan ayat-ayat kauniyah.
2) Peletakkan dasar-dasar umum bagi perundang-undangan dan akhlaq mulia yang menjadi dasar terbentuknya suatu masyarakat, dan penyingkapan dosa orang musyrik dalam penumpahan darah, memakan harta anak yatim secara zalim. Penguburan hidup-hidup bayi perempuan dan tradisi buruk lainnya.
3) Menyebutkan kisah para Nabi dan umat-umat terdahulu sebagai pelajaran bagi mereka dan sebagai hiburan untuk Rasulullah saw. sehingga ia tabah dalam menghadapi gangguan dari mereka dan yakin akan menang.
4) Suku katanya pendek-pendek disertai kata-kata yang mengesankan sekali, pernyataan singkat, ditelinga terasa menembus dan terdengar sangat keras. Menggetarkan hati dan maknanya pun meyakinkan dengan diperkuat lafal-lafal sumpah seperti surah-surah pendek dan pengecualiannya hanya sedikit.
 c. Ketentuan Surah Madaniyyah
     1) Setiap surahnya berisi kewajiban atau had (sanksi) dan didalamnya mengandun يأيها الذين امنوا
     2) Setiap Surah yang didalamnya disebutkan orang-orang munafik, kecuali Al-Ankabut.
     3) Setiap surah yang didalamnya terdapat dialog dengan Ahli Kitab.
 d. Tema dan Gaya Bahasa Surah Madaniyyah
     1) Menjelaskan ibadah, muamalah, had, kekeluargaan, warisan, jihad, hubungan sosial, hubungan    internasional baik waktu damai maupun perang, kaidah hukum dan masalah perundang-undangan.
     2) Seruan terhadap ahli kitab dari kalangan Yahudi dan Nasrani. Dan ajakan kepada mereka untuk masuk Islam, penjelasan mengenai penyimpangan mereka terhadap kitab-kitab Allah SWT., permusuhan mereka terhadap kebenaran dan perselisihan mereka setelah ilmu datang kepada mereka karena rasa dengki diantara mereka.
     3) Menyingkap perilaku orang munafik, menganalisi kejiwaannya, membuka kedokny dan menjelaskan bahwa ia berbahaya bagi agama.
     4) Suku kata dan ayat-ayatnya panjang-panjang dengan gaya bahasa yang memantapkan syari’at serta menjelaskan tujuan dan sasarannya.
Cara-cara mengetahui Makiyyah dan Madaniyyah
       Ada dua pendekatan yang digunakan untuk mengetahui ayat Makiyyah dan ayat Madaniyyah
a. Pendekatan Transmisi (Periwayatan).
           Dengan merujuk kepada riwayat-riwayat valid (berlaku )yang berasal dari para sahabat yang kemungkinan besar menyaksikan turunnya wahyu atau generasi tabi’in yang mendengar langsung dari para sahabat tentang aspek-aspek yang berkaitan dengan proses kewahyuan Al-Qur’an, termasuk informasi kronologisnya Al-Qur’an.
       Seperti dalam kitab Al-Intishar, Abu Bakar bin Al-Baqilani menjelaskan: “pengetahuan tentang Makiyyah dan Madaniyyah hanya bisa dilacak pada otoritas sahabat dan tabi’in saja, informasi itu tidak ada yang datang dari Rasulullah saw. karena hanya memang ilmmunya tentang itu bukan kewajiban umat.”
        Otoritas para sahabat dan para tabi’in dalam mengetahui informasi konologi Al-Qur’an dapat dilihaht dari statmen-statmennya.
b. Pendekatan Analogi (Qiyas)
       Pendakatan analogi bertolak dengan ciri-ciri spesifik dari kedua klasifikasi itu. Dengan demikian bila dalam surah Makiyyah terdapat sebuah ayat yang memiliki ciri khusus Madaniyyah, maka ayat ini termasuk ayat Madaniyyah, tema sentral ditetapkan sebagai ciri khusus kedua klasifikasi.
Manfaat Mempelajari Makiyyah dan Madaniyyah
       Diantara manfaat dari mempelajari Makiyyah dan Madaniyyah adalah:
a. Membantu dalam menafsirkan Al-Qur’an dengan mengetahui kronologis Al-Qur’an, seorang mufassir dapat memecahkan makna kontradiktif dalam dua ayat yang berbeda yaitu dengan konsep Nasikh-Mansukh.
     b. Pedoman bagi langkah-langkah da’wah. Ungkapan-ungkapan dan intonasi yang berbeda pada ayat Makiyyah dan Madaniyyah, memberikan informasi metodologi bagi cara-cara menyampaikan da’wah agar relevan dengan mustami’.
     c. Memberi informasi tentang Sirah Kenabian. Al-Qur’an adalah rujukan otentik bagi perjalanan da’wah Nabi yang tidak diragukan lagi. perjalanan da’wah Nabi ini berjalan seiring dengan penahapan turunnya wahyu baik di Makkah atau Madinah.
     d. Memahami mana surat-surat yang terakhir diturunkan sehingga bisa dimengerti apak surat tersebut Nasikh (penghapus) bagi surat sebelumnya atau Mukhossis (dikhususkan dari bentuk surat yang umum sehingga bisa di istinbat atau diambil hukumnya dari surat yang telah ditakhsis tersebut.
     e. Mengetahui urutan-urutan surat yang diturunkan di Makkah atau di Madinah. Tentang surat Makiyyah tetapi dihukumi Madaniyyah dan surat Madaniyyah yang dihukumi Makiyyah.
READMORE
 

Hayatuna

PENGOKOH TAUHID
Buletin eds.003 Th.2 / 24 Rabiul Awal 1433 H/ 17 Februari 2012 M.
Oleh: Yadi Amarulloh*
            Dalam pembahasan sebelumnya telah dijelaskan mengenai makna لا إله إلا الله . Sekaligus hal-hal yang menjadi konsekuensi orang yang bertauhid. Yakni dituntut untuk meniadakan ilah selain Allah dan menetapkan pengabdian hanya kepada Allah saja. Adapun keyakinan yang wajib dibuang meliputi empat macam, yaitu Alihah, Thagut, Andad dan Arbab. Sedangkan yang akan mengokohkan atau memantapkan tauhid itu ada empat, meliputi Al-Qashdu, Al-Mahabbah, Al-Khauf dan Ar-Raja.
Pertama, Al-Qashdu yaitu melaksanakan apapun pekerjaan sehari-hari, baik kegiatan ibadah ritual atau sosial, hanyalah semata karena Allah dan mengharap ridha-Nya. Allah SWT berfirman:
إِنِّي وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذيْ فَطَرَ السَّمواتِ وَ الأَرْضَ حَنِيْفًا وَمَا أَنَا مِنَ المُشْرِكِيْنَ
“Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan.”[1]
Setiap orang islam dituntut untuk melandasi segala aktivitasnya dengan Nawaitu karena Allah, baik itu shalatnya, pengorbanannya hidup dan matinya dan seluruh kegiatan kesehariannya.
قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ ۝ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَ أَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِيْنَ۝
“Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah).[2]
Setiap perbuatan yang melenceng dari Nawaitu Lillahi ta’ala akan berbuah syirik. Dan riya termasuk kategori Syirkul Asghar.
Dari Mahmud bin Labid r.a, berkata; Rasulullah saw bersabda: “Sesunggunya sesuatu yang paling aku takutkan atas kalian ialah syirik kecil, yaitu riya.”[3]
Kedua, al Mahabbah yaitu mencintai Allah dan rasul-Nya melebihi kecintaan terhadap yang lainnya, demi meraih cinta Allah, ia rela mengorbankan segala-galanya dan lebih memilih dicintai Allah daripada dicintai oleh yang lainnya.
Allah SWT mensifati orang yang beriman dengan kecintaannya yang besar kepada Allah.
.....وَالَّذِيْنَ آمَنُوْا أَشَدُّ حُبًّا للهِ....
“.....adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah...” [4]
Tidak ada ucapan lain bagi orang yang beriman jika diseru untuk melaksanakan perintahnya kecuali ucapan; Sami’naa wa atha’naa.
إِنَّمَا كَانَ قَوْلُ الْمُؤْمِنِيْنَ إِذَا دُعُوْا إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَنْ يَّقُوْلُوْا سَمِعْنَا وَ أَطَعْنَا وَ أُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ
“Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-nya agar rasul menghukum (mengadili) diantara mereka ialah ucapan; “Kami mendengar dan kami patuh.” Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.”[5]
Rasulullah saw pun mengisyaratkan bahwa akan ada tiga golongan yang merasakan halawatul iman.
Dari Anas r.a, berkata; Bersabda Rasulullah saw: “Tiga perkara, siapa yang berada padanya ia pasti merasakan manisnya iman; ia menjadikan Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai daripada selain keduanya, ia mencintai seseorang, dan tidak mencintainya kecuali karena Allah, dan ia benci untuk kembali kepada kekafiran setelah Allah menyelamatkannya sebagaimana ia benci untuk dilemparkan kedalam neraka.”[6]
Realisasi mencintai Allah itu hendaklah dibuktikan dengan mengikuti petunjuk nabi. Dalam pelaksanaannya, jangan ditambah atau dikurangi ataupun direkayasa. Demikian juga tidak dinilai sempurna iman seseorang kecuali jika mencintai nabi melebihi cinta terhadap anaknya, orang tuanya atau manusia yang lainnya.
Ketiga, al Khauf yaitu merasa takut kepada Allah, takut mendapatkan murka-Nya atau siksa-Nya, ia tidak takut dengan siapapun kecuali dengan Allah.
وَ أَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَ نَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَى ۝ فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ المَأْوَى
“Dan adapun orang yang takut pada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya. Maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya)”[7]          
Allah SWT menjelaskan bahwa yang takut kepada Allah itu hanyalah ulama.
إِنَّمَا يَخْشَى اللهَ مِنْ عِبَادِهِ العُلَمَاءُ
“...Sesungguhnya yang takut kepada Allah diantara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama..”[8]
Demikian juga tidak takut kepada siapapun kecuali oleh Allah merupakan ciri orang yang memakmurkan masjid.[9]
Keempat, ar Raja yaitu penuh harap akan rahmat Allah, penuh harap dengan pertolongan-Nya. Ia sadar, jika ia mendapatkan rahmat-Nya adalah keuntungan yang tiada terhingga nilainya.
Orang yang betul-betul mengharap rahmat Allah akan rela berhijrah dan berani berjuang untuk menegakkan kalimat-nya.
إِنَّ الَّذِيْنَ آمَنُوْا وَالَّذِيْنَ هَاجَرُوْا وَجَاهَدُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللهِ أُولَئِكَ يَرْجُوْنَ رَحْمَتَ اللهِ وَاللهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.[10]   
Jika betul-betul mengharapkan ridha Allah, maka jadikanlah rasul sebagi usawatun hasanah.
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللهَ وَالْيَوْمَ الآخِرَ وَذَكَرَ اللهَ كَثِيْرًا
 ”Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik nagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.[11] 
Diantara ciri orang yang tidak mempunyai pengharapan bertemu dangan Allah ialah orang yang cinta kehidupan dunia dan merasa tenang dan  bangga dengan meraih harta tetapi berpaling dari petunjuk-petunjuk Allah.
إِنَّ الَّذِيْنَ لَا يَرْجُوْنَ لِقَاءَنَا وَرَضُوْا بِالْحَيَوةِ الدُّنْيَا وَاطْمَأَنُّوْا بِهَا وَالَّذِيْنَ هُمْ عَنْ آيَاتِنَا غَافِلُوْنَ
Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya akan) pertemuan dengan Kami, dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan dunia itu dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami.”[12]   
Orang-orang yang beriman hendaklah bersungguh-sungguh dalam membela agama Allah karena mereka punya harapan disisi Allah, yaitu rahmat-Nya yang tidak menjadi harapan bagi mereka yang kafir.
وَلَا تَهِنُوْا فِي ابِتِغَاءِ الْقَوْمِ إِنْ تَكُوْنُوْا تَأْلَمُوْنَ فَإِنَّهُمْ يَأْلَمُوْنَ كَمَا تَأْلَمُوْنَ وَتَرْجُوْنَ مِنَ اللهِ مَا لَا يَرْجُوْنَ وَكَانَ اللهُ عَلِيْمًا حَكِيْمًا
“Janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka (musuhmu). Jika kamu menderita kesakitan, maka sesungguhnya mereka pun menderita kesakitan (pula), sebagaimana kamu menderitanya, sedang kamu mengharap dari pada Allah apa yang tidak mereka harapkan. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”.[13] Wallahu A’lam.
* Penulis adalah staf pengajar di Pesantren Persatuan Islam 112 Bogor yang saat ini sedang melaksanakan studi di LIPIA Jakarta                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                       


[1] QS. Al An’am: 79
[2] QS. Al An’am: 162-163
[3] HR. Ahmad dengan sanad Hasan
[4] QS. Al Baqarah: 165
[5] QS. An Nur: 51
[6] HR. Bukhari Muslim
[7] QS. An Nazi’at: 40-41
[8] QS. Fathir: 28
[9] QS. At Taubah: 18
[10] QS. Al Baqarah: 218
[11] QS. Al Ahzab: 21
[12] QS. Yunus: 7
[13] QS. An Nisa: 104

                                                          Sumber: Buletin-hayatuna
READMORE