>
Tampilkan postingan dengan label Resensi Buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Resensi Buku. Tampilkan semua postingan

Pelajaran Blogging Dari Buku Mimpi Sejuta Dolar – Dare to Dream Big!

Seribu orang berjiwa tua hanya dapat bermimpi. Satu orang berjiwa muda dapat mengubah dunia (Bung Karno)
Buku Mimpii Sejuta DolarMembaca buku Mimpi Sejuta Dolar sama halnya seperti menaiki roller coaster. Kadang lurus menghanyutkan, tetiba membelok tajam, beberapa saat kemudian terjun menghentak, berguncang dan tanpa disadari, kita telah disuguhi pengalaman yang tak terlupakan saat roda-roda coaster menyentuh landasan di akhir halaman.
Dibanding dengan novel Deception Point-nya Dan Brown, buku Mimpi Sejuta Dolar memiliki alur yang lebih menyentuh, karena mungkin faktor kejadian nyata yang dialami sendiri oleh Merry Riana selaku lakon utama plus dibalut gaya tulisan hebat nan apiknya Alberthiene Endah.
Perjuangan demi perjuangan seorang Merry Riana yang mampu mengevolusi dirinya dari mahasiswa berbekal setangkup roti tawar untuk makan siangnya di kampus untuk menjadi seorang konsultan keuangan berpenghasilan satu juta dolar di usia 26 tahun, padanannya adalah bagaikan membunuh cerita dongeng Cinderella yang akhirnya jadi permaisuri pangeran berkat bantuan peri semata.
Dan salah satu jurus yang tak mungkin terlupakan bagi saya di buku ini, adalah ketika Merry dan Alva (calon suaminya kelak) melakukan ritual sales marketing yang mengharuskannya bekerja 14 jam sehari, 20 kali persentasi sehari dan full 7 hari dalam seminggu!
Across the limit! Itu yang bisa saya gambarkan.
Ketika batas-batas kemampuan manusia terus didobrak, saat itulah akan tercipta batas-batas baru yang mungkin tak pernah terfikirkan sebelumnya. Daya juang Merry Riana untuk terus melakukan ritual di atas telah melupakan situasi dan kondisi yang mungkin bagi orang kebanyakan adalah sangat-sangat tragis.
Bayangkan, hanya dengan 10 dolar seminggu, Merry harus menyelesaikan kuliah, melunasi hutang pendidikan pada pemerintah Singapura sebesar 40 ribu dolar, dan – hebatnya – masih tetap memelihara mimpi besar tuk mencapai kebabasan finansial sebelum umur 3o tahun!
Perjalanan panjang yang dihiasi suka duka menjadi pembagi brosur di jalanan, pelayan restoran, penjual bunga, tertipu ratusan dolar, gagal merintis bisnis MLM, kandas menjadi pialang saham, hingga akhirnya mendarat di sebuah kantor pemasaran produk-produk finansial sederhana, memahat pribadi Merry sedemikian rupa sehingga ia lupa akan keadaannya sendiri. Mimpi-mimpinya terlalu besar untuk diindahkan meski harus tetap menunggu calon nasabah di halte bus Jurong East hingga lewat tengah malam.
Kami mengakhiri kerja hari itu pukul dua dini hari. Tak ada kendaraan umum lagi yang beroperasi. Aku dan Alva pulang berjalan kaki menuju apartemen. Cukup jauh, mungkin sekitar dua kilometer…
Luar biasa.
Setiap buku yang saya baca – termasuk buku Mimpi Sejuta Dolar ini – dan mungkin juga pengalaman dari Anda semua, pasti memiliki akibat. Meski hanya sebaris kalimat yang menggugah, atau bahkan keseluruhan isi buku, sedikitnya akan mampu memberi pengaruh sifnifikan pada perkembangan pribadi. Dan itu, kadang sulit untuk dilupakan.
Begitupun dengan buku yang telah menjadi buku best seller ini. Untuk aktivitas blogging yang kini saya dan Anda tekuni, ada beberapa poin penting yang bisa kita terapkan dan ambil hikmahnya, yaitu:

Mengajarkan kita untuk memiliki mimpi yang besar

Blogging tanpa tujuan, itu bagaikan terus mendayung perahu tanpa tahu pulau mana yang dituju. Kita akan teramat mudah tuk menyerah saat panas dan hujan menerpa, pun menggigil gentar saat ombak mulai meninggi. Imbasnya, kita akan selalu berfikir, bahwa kembali ke pelabuhan asal dan beristirahat barang sejenak adalah pilihan yang paling nyaman.
Kalau begitu adanya, kembali ke pertanyaan: Seriously, Ngapain sih Kita Ngeblog?
Saya membuat blog DarinHolic ini dengan tujuan untuk menginspirasi sebanyak mungkin blogger-blogger Indonesia untuk menemukan blogging passion-nya. Saya ingin memberikan sesuatu yang berbeda. Saya ingin berkawan dengan blogger-blogger jenius di luar sana yang juga memiliki passion yang sama. Saya ingin terus belajar dan menuliskan ilmu yang saya dapat dari aktivitas blogging. Dan – tidak munafik –  sayapun ingin menjadikan kegiatan blogging sebagai ladang penghasilan untuk memberi saya kebebasan finansial sebelum saya berumur 40 tahun.
Apakah itu bisa terwujud?
Sangat bisa. Sangat-sangat bisa! (Merry Riana)

Menghargai proses blogging

Kita pasti mengagumi kala melihat seorang pengusaha yang rapi berdasi dan bermobil mewah, seorang pilot yang gagah, seorang penulis best seller, seorang pemimpin yang inspiratif, atau seorang dokter ahli yang tarif suntiknya di awang-awang. Saat itu kita pasti sempat berfikir untuk kelak akan menjadi figur seperti mereka. Ya, kita mencintai apa yang kita inginkan. Tapi pertanyaan berikutnya adalah: sanggupkah kita melewati proses dan perjuangannya?
Sebagai gambaran, untuk menjadi seorang dokter ahli membutuhkan waktu studi yang panjang. Berjam-jam belajar untuk bisa masuk di Fakultas Kedokteran, bertahun-tahun di bangku kuliah, membaca ratusan buku literatur, hingga berbulan-bulan kerja praktek di pelosok daerah. Itu baru waktu. Bagaimana dengan biaya yang harus dikeluarkan? Energi?
Setiap pencapaian sebuah tujuan memiliki proses. Dan untuk blogging, kita semua tahu bagaimana proses yang harus dijalani tergantung dari tingkat keseriusannya. Jika tak mampu menghargai proses ngeblog, apapun bisa terjadi. Kita akan mudah lupa dengan tujuan awal, dan kalaupun nanti teringat kembali, kita kemungkinan telah tertinggal jauh oleh mereka yang terus bertahan melakukan proses tersebut.
Kita tidak bisa berkelit dari proses. Kita tidak bisa menghindar dari ‘merintis jalan’. Semua orang sukses mengalami perjalanan dengan segala lika-likunya sebelum sampai ke titik yang memuaskan. Di dalam perjalanan itulah, ujian akan kesabaran dan kekuatan mental akan muncul. (Merry Riana)

Disiplin pada jadwal update posting

Ingat ritual yang menjadikan Merry Riana seorang milyarder? Ya, kesanggupan tuk bekerja keras, bahkan sangat-sangat keras. 14 jam sehari dalam seminggu dengan 20 kali persentasi adalah hal di luar akal sehat bagi seorang sales kebanyakan.
Ternyata, aktivitas blogging pun bisa disamakan dengan pekerjaan seorang sales. Kita menulis, terus belajar bagaimana menulis dengan benar, lalu mem-publish postingan, menghadapi kritik, mengembangkan network, belajar cara kerja WordPress, terus belajar optimasi blog, dan seterusnya, dan seterusnya.
Apalagi untuk yang berencana untuk terus update minimal satu posting setiap dua hari, ini tentu bukan pekerjaan mudah. Itu jika kita mau mengistilahkan blogging dengan sebuah ‘pekerjaan’. Kita akan terus ‘dipaksa’ untuk mencari dan menggali ide tulisan. Belum lagi ‘dipaksa’ untuk mengatur waktu bila kita memiliki kesibukan lain.
Apakah pernah Anda dicibir oleh sesama blogger dengan kata-kata: ‘itu sih menyiksa diri sendiri‘? Bila pernah, mari kita camkan baik-baik petuah dari Merry:
Disiplin adalah sikap, bukan modal seperti uang atau relasi. Tapi sikap disiplin bisa mengalahkan modal uang dan relasi. Orang-orang yang berdisiplin biasanya memiliki jaminan pasti pada hasil. Mereka tidak meleset membidik target karen atelah terbiasa melakukan sesuatu pada rel-nya, pada waktunya, dan dengan kesungguhan untuk memenuhi itu hingga tuntas.

Melupakan keadaan dan fokus pada tujuan

Apa yang kita lakukan seandainya kita ditawari untuk kuliah dengan uang saku 100 ribu setiap minggu dan harus mengembalikan hutangnya sebesar 300 juta dalam jangka waktu tiga tahun? Mau? Saya dan Anda mungkin akan berfikir seribu kali dan akan memberi sejuta alasan tuk pasrah dan menolaknya.
Tapi Merry tidak. Bukan hanya tak mau menyerah, ia bahkan memaksa fikirannya tuk selalu mencari jalan bagaimana agar hutangnya lunas secepat mungkin dan membahagiakan orang tuanya selama mereka masih punya tenaga dan waktu. Keadaan yang ‘mengenaskan’ itu hampir tak dirasakannya. Semua tertutupi oleh bayangan kesuksesan di masa depan yang ia ciptakan sendiri.
Kita selaku blogger pun setali tiga uang. Banyak dari kita yang karena kurang jelasnya tujuan dan motivasi, sehingga membuat blog-blognya sekarang menjadi sampah blogosphere. Saya iseng-iseng melihat kembali blogspot saya yang lama dan mengecek link-link teman yang dulu sangat akrab di kotak komentar, ternyata kini blog mereka sebagian besar sudah tak terurus, bahkan menghilang dari peredaran.
Saat itu, keadaan saya mungkin sama dengan mereka. Tapi mengapa sekarang saya masih bisa menulis dan mengembangkan kemampuan di media blog, sedangkan mereka tak lagi ketahuan dimana rimbanya? Only God knows.
Apa yang aku capai juga bisa Anda capai dengan membentuk suatu visi yang jelas terhadap apa yang Anda lakukan. Jika Anda telah memiliki pilihan, fokus pada tujuan Anda dan bertekunlah (edited – Merry Riana)

Memiliki partner yang sejalan

Dahsyatnya perjuangan Merry adalah juga sepak terjang Alva. Kisah sepasang kekasih yang akhirnya terikat dalam satu pernikahan ini memberi warna tersendiri pada sebuah buku ber-genre motivasi diri seperti halnya buku Mimpi Sejuta Dolar.
Meski kepribadian mereka bertolak belakang (Merry sangat extrovert sedang Alva cenderung introvert), hal itu malah menjadi sesuatu yang sangat mendukung proses pekerjaan. Bahkan berkat perbedaan itulah yang akhirnya membuat mereka dapat saling mengisi dan mampu memberi kekuatan saat cobaan-cobaan besar datang.
Begitu pula dengan blogging. Kita bisa saja jalan sendiri-sendiri dan merasa bisa tuk melangkah paling depan. Tapi blogosphere bukanlah sebuah dunia yang homogen. Keragaman karakter para blogger justru akan memperkaya pribadi kita jika kita mau mengembangkannya, baik newbie maupun pemain lama sama haknya di hadapan raksasa bernama internet. Dan sudah bukan rahasia lagi bila banyak blogger yang meraih kesuksesan berkat eratnya networking di antara mereka.
Jika Anda akan atau telah memulai satu perjuangan yang mantap, cari dan ajaklah partner untuk mengerti dan memahami passion Anda. Dukungan pendampingan sangat besar artinya untuk menambah kekuatan hati saat kita berjalan. Keberadaan partner yang suportif dan apresiatif terhadap apa yang kita buat akan begitu bermakna. Kita akan bisa merasakan perbedaan, berjuang dengan dukungan dan berjuang dalam tekanan adalah dua hal yang berbeda (edited – Merry Riana).

Bila sudah merasa bisa, tetap down to earth

Hal lainnya yang patut diacungi jempol dari pribadi Merry Riana adalah, meski ia telah menuai banyak kesuksesan dan berlimpah materi, ia tak lantas lupa dengan ‘bumi’ tempatnya berpijak. Itulah yang mendasari misinya yang sekarang diemban, yaitu memberi dampak positif pada sedikitnya satu juta orang di Asia sebelum usianya menjejak 40 tahun.
Aku merasa sangat berbahagia dengan keadaan itu. Kujadikan keberhasilan mencapai kebebasan finansial sebagai target masa muda yang telah terpenuhi. Target selanjutnya, aku akan memaknai kehidupan dengan berbagi kebaikan semaksimal aku bisa, dan selama mungkin.
Mungkin banyak dari kita yang akan bertanya-tanya? Untuk apa ia menyibukkan diri lagi disaat penghasilan pasif akan terus mengalir meski ia tak melakukan apapun? Itulah sifat yang seharusnya kita miliki, juga bagi blogger seperti saya dan Anda.
Blogger tak seharusnya langsung berubah menjadi pribadi yang untouchable saat ketenaran atau satu ilmu telah diraih. Sebaliknya, terus menginspirasi dan menjadi partner blogging yang baik bagi blogger-blogger yang lain adalah misi dan visi yang harus tetap dipelihara. Blogosphere akan terus berkembang. Akan banyak blog-blog lain yang kelak muncul dan bukan mustahil blog-blog itulah yang akan balik menginspirasi saat kita down.

….dan masih banyak lagi

Jujur, saya menyelesaikan postingan ini dengan perasaan kurang puas. Sebenarnya masih banyak lagi pelajaran tentang blogging yang bisa diambil dari kisah Merry Riana di buku Mimpi Sejuta Dolar ini.
Jadi, segeralah cari buku ini dan membacanya. Saya sangat merekomendasikannya sampai-sampai saya berfikir: uang senilai 60 ribuan sangatlah terlalu murah untuk sebuah pencerahan yang luar biasa.
Tapi bagi Anda yang pesimistis, saya sarankan tuk berhati-hati, karena buku ini akan ‘menghantui’ Anda seumur hidup.
Keep blogging and dare to dream big!

Oleh :Faris Akhyari
READMORE
 

Muhammad SAW: The Super Leader And Super Manager

Resensi Buku Muhammad SAW: The Super Leader And Super Manager
     



    Ini, hanya untuk memberikan gambaran tentang isi buku yang ditulis oleh Dr. Muhammad Syafii Antonio, M.Ec (Nio Gwan Chung). Penerbitnya adalah Tazkia Multimedia & ProLM Centre dan kini beredar pada Cetaka III Oktober Tahun 2007 dengan tebal 318 Halaman + xvi,
Buku yang mengisahkan tentang perjalanan Nabi besar Muhammad SAW, ini merupakan buku bacaan yang harusnya di baca oleh para umat islam agar mengetahui yang sebenarnya tentang Rosullulah Muhammad SAW
Kelebihan: buku ini memiliki pembahasan dan uraian yang amat lengkap dan menyentuh sisi keteladanan Rasulullah SAW di (hampir) semua aspek kehidupan, dapat memperkaya perbendaharaan kata (vocabulary) Anda karena di bagian tertentu ada kutipan-kutipan dalam bahasa Inggris, menggunakan 88 referensi yang amat lengkap termasuk software hadits dan internet, edisi Lux, Full Colour, Hard Cover, dilengkapi dengan apendix (piagam madinah dan meluruskan riwayat pernikahan Rasulullah SAW dengan Aisyah ra), index, tabel, grafik, peta yang warna-warni, dan pita pembatas halaman.
Buku yang istimewa dan spesial ini mengkaji perjalanan hidup Rasulullah SAW dalam 8 bidang utama:
1. self development atau personal leadership
2. bisnis dan kewirausahaan
3. kepemimpinan keluarga
4. dakwah
5. sosial dan politik
6. sistem hukum
7. pendidikan
8. strategi militer

Di dalam buku ini, Dr. Muhammad Syafii Antonio, M.Ec, selaku penulis, mencoba melihat Rasulullah SAW dengan kaca mata baru yang lebih luas yaitu bukan saja mengakui Rasulullah SAW sebagai Nabi dan Rasul tetapi juga menempatkannya sebagai pemilik traits of leadership dan models of management. Untuk mudahnya, traits of leadership Rasulullah SAW dibuat dalam satu model berbentuk cakram yang terdiri dari 8 bidang utama, yaitu: self development atau personal leadership, bisnis dan kewirausahaan, kepemimpinan keluarga, dakwah, . sosial dan politik, sistem hukum, pendidikan, dan strategi militer.

Secara umum, buku ini dibagi menjadi 4 bagian utama yang terdiri dari 12 bab. Bagian I terdiri dari 2 bab yaitu bab 1 sebagai Mukaddimah dan bab 2 berisi pembacaan terhadap konsep-konsep manajemen dan leadership modern. Bagian II memuat satu bab yakni tentang bab 3 berupa survey of literature terhadap berbagai tulisan dan kajian klasik tentang Muhammad SAW. Tujuan utama dari bagian II adalah untuk menunjukkan betapa banyaknya suri teladan dari Nabi Muhammad SAW yang selama ini belum tergali atau tersentuh oleh literatur, baik dari luar maupun dari dalam negeri.

Bagian III berisi 8 bab yang merupakan isi pokok dari buku ini.

Bagian IV terdiri dari 12 bab yang merupakan bab penutup berupa epilog. Di bagian akhir buku disertakan pula appendix, index, dan daftar pustaka.

Mari kita sedikit "menyelami" buku ini dari bab 1 hingga bab 12.

Bab 1: Belajar Kepemimpinan dan Manajemen dari Teladan Terbaik

Disini terungkap bahwa krisis terbesar dunia saat ini adalah krisis keteladanan (hlm 3). Dunia (Islam), terutama Indonesia, sangat merindukan pemimpin politik yang memiliki visi, kompetensi, dan compassionate untuk memajukan dirinya (hlm 5).

Diungkap pula tentang rabun jauh orientalis, dintaranya adalah pernyataan Dante Alighieri (1265-1321): "Muhammad adalah pemuka dari jiwa-jiwa terkutuk yang membangkitkan perpecahan dalam agama dan mengembangkan agama-agama palsu." (hlm 8) Satu di antara sebab ketidakmampuan kita mengambil suri tuladan Rasulullah SAW secara holistik dan komprehensif adalah karena adanya distorsi image yang muncul dari ekses studi para orientalis. Tidak dapat dipungkiri bahwa orientalis memiliki etos kajian dengan kedalaman dan disiplin metodologi yang tinggi (hlm 6).

Dibahas pula tentang rabun dekat kaum muslim.
Banyak di antara kita yang memposisikan Rasulullah SAW terlalu melangit, tinggi, dan jauh di atas sehingga mendekati posisi dewa atau anak dewa. Akibatnya beliau menjadi "asing" bagi kita dan tidak bisa ditiru dan dijadikan suri tauladan lagi. Karena dengan demikian dimensinya menjadi berbeda antara dimensi kita manusia biasa dan beliau sebagai "manusia langit" (hlm 9).

Terungkap pula fakta tentang banyaknya ekonom Islam yang telah dilupakan Barat dan umat Islam sendiri (hlm 11), antara lain:

1. Ibn Khaldun (1332-1404 M)
2. Al-Maqrizi (1364-1441 M)
3. Abu Ubaid (838 H)
4. Abu Yusuf (731-798 H)
5. Muhammad Ibn Hasan al-Saybani (750-804 H)
6. Nidzam al-Mulk al-Tusi (1018-1099 H)
7. Ibn Taymiyah (1263-1329 M)
8. Ibn Qayyim al-Jawziyah (1292-1350 M)
9. Al-Ghazali (1055-1111 M)
10. Kahn al-Dahlawi (1703-1762 M)

Oleh karena itu, tidaklah mengherankan jika traits of leadership dan management models Muhammad SAW masih asing bagi umatnya apalagi umat beragama lain.

Bab 2: Jejak-jejak Muhammad SAW dalam Teori Leadership dan Management Modern

Disini diungkapkan fakta bahwa hampir semua teori kepemimpinan ada pada Muhammad SAW (hlm 19-25). Misalnya: empat fungsi kepemimpinan yang dikembangkan oleh Stephen Covey:
1. perintis (pathfinding)
2. penyelaras (aligning)
3. pemberdaya (empowering)
4. panutan (modeling)

Begitu pula karakteristik Muhammad SAW dapat ditemukan pula di dalam sifat-sifat dasar kepemimpinan menurut Warren Bennis (1994) dalam "On Becoming a Leader", antara lain:
1. Visioner (guiding vision)
2. Berkemauan kuat (passion)
3. Integritas (integrity)
4. Amanah (trust)
5. Rasa ingin tahu (curiosity)
6. Berani (courage)

Muhammad SAW juga mempunyai keterampilan-keterampilan (skills) yang dirumuskan oleh Burt Nanus dan James O'Toole berikut ini:

Megaskills of Leadership by Burt Nanus:
1. Berpandangan jauh ke depan
2. Menguasai perubahan
3. Disain organisasi
4. Pembelajaran antisipatoris
5. Inisiatif
6. Penguasaan interdependensi
7. Standar integritas yang tinggi

James O'Toole's Characteristics of Values-Based Leaders:
1. Integrity
2. Trust
3. Listening

Bab 3: Khazanah Biografi Muhammad SAW

Disini disebutkan sumber-sumber penulisan sejarah Rasulullah SAW, yaitu:
1. Al-Quran Al-Karim
2. Kitab tafsir dan hadits Rasulullah
3. Buku-buku al-maghazi wa al-siyar
4. Kitab-kitab al-dala'il
5. Buku-buku syama'il
6. Buku-buku sejarah umum
7. Buku-buku al-haramayn
8. Buku-buku sastra dan bahasa

Bab 4: Self Development & Personal Leadership

Disini dikemukakan tentang pembentukan self leadership Rasulullah SAW di waktu kecil hingga dewasa, pentingnya self leadership, self leadership dan self discipline, hubungan self leadership dan orgnizational leadership, self leadership dan stress management, dan ditutup dengan mulailah dari dirimu sendiri (hlm 63-73).

Dikemukakan pula tentang esensi dari leadership (hlm 71) adalah:
1. mengenali (recognizing),
2. menemukan (discovering),
3. dan mengidentifikasi diri yang sesungguhnya.

Leadership adalah bagaimana seseorang mempunyai 1. kebiasaan proaktif dan kreatif,
2. suatu cara berpikir (way of thinking),
3. merasakan (feeling), dan
4. memfungsikan (positioning) sebuah cara hidup (way of life), dan cara menjadi (way of being) yang transformatif (hlm 71-72).

Disini (hlm 72) dikemukakan pula tentang tahapan pengelolaan kinerja diri (self performance):
1. Asma al-Husna, Zikir, Shalat, Tafakur, Puasa, I'tikaf, Muhasabah
2. Self Discovering
3. Self Motivation
4. Self Energizing
5. Peak Performance

Bab 5: Muhammad SAW sebagai Pemimpin Bisnis dan Entrepreneurship

"Money is not number one capital in business,
the number one capital is trust"

Disini diceritakan masa kecil Muhammad SAW dalam membentuk jiwa wirausaha, fungsi leadership penggembala, perjalanan dagang Muhammad SAW, peta pasar-pasar Arab yang pernah disinggahi Muhammad SAW, 13 pusat perdagangan Arab di masa Jahiliyah, bisnis Muhammad SAW setelah menikah, perkembangan karir bisnis Muhammad SAW, contoh perdagangan oleh Muhammad SAW, kekayaan Muhammad SAW, posisi kehidupan ekonomi Muhammad SAW, sikap Muhammad SAW terhadap harta, dan wafat Muhammad SAW dengan penuh kesederhanaan (hlm 77-96).

Bab 6: Muhammad SAW sebagai Pemimpin Keluarga yang Harmonis

Disini diungkapkan fakta yang jarang disentuh buku-buku Islam kebanyakan, yaitu tentang maskawin Muhammad SAW (hlm 100).

Muhammad SAW menikahi Khadijah pada tahun 595 M dengan 20 ekor unta muda sebagai maskawin (sumber lain menyebutkan ditambah dengan emas 12,5 ons dari harta Muhammad SAW sendiri).

Adapun putra-putri Rasulullah dengan Khadijah (hlm 101) adalah:
1. Qasim
2. Zainab
3. Abdullah
4. Ruqayah
5. Ummu Kultsum
6. Fathimah

Mengapa tidak ada putra Muhammad SAW yang dapat bertahan hidup hingga dewasa? Apa hikmahnya? Ini dapat pembaca temukan uraiannya di halaman 102.

Yang menarik lagi, ada penjelasan yang rasional disertai grafik tentang usia Rasulullah SAW saat monogami dan poligami (hlm 105-106). Juga dua belas istri beliau yang diterangkan dengan tabel yang warna-warni (hlm 108-109) sehingga para pembaca pastilah tertarik untuk membaca buku ini hingga selesai.

Rasulullah SAW seorang ayah teladan, mertua yang pengertian, kakek penyayang, juga suami teladan yang amat mesra dan romantis dengan para istrinya. Mandi bersama hanyalah salah satu contoh dari 23 bentuk kemesraan dan romantisnya Rasulullah SAW dengan para istrinya (hlm 111-121).

Bab 7: Kepemimpinan Dakwah Muhammad SAW

Yang menarik dari bab 7 adalah sifat-sifat kepemimpinan keagamaan Muhammad SAW (hlm 138-142):
1. Disiplin wahyu
2. Memberikan teladan
3. Komunikasi yang efektif
4. Dekat dengan umatnya
5. Pengkaderan dan pendelegasian wewenang

Bab 8: Muhammad sebagai Pemimpin Sosial-Politik

Disini dijelaskan tentang keunikan politik Muhammad SAW di zamannya, strategi Muhammad SAW dalam membidik Madinah sebagai pusat Islam, saat hijrah Muhammad SAW, kondisi awal Madinah, segmentasi warga Madinah, pergantian nama dari Yatsrib ke Madinah, Tahapan Pengembangan negara Madinah, juga keadaan muslim di Makkah dan Madinah.

Kebijakan Sosial Politik yang Dilakukan Muhammad SAW pada periode Madinah antara lain: mempersaudarakan muhajirin dan anshar, membuat kesepakatan antarberbagai faksi yang ada di madinah. Kesepakatan ini disebut sebagai Piagam Madinah. Adanya kesetaraan bagi semua warga, persoalan pendidikan, lima makna kemenangan perjanjian Hudaibiyah (hlm 152-160). Disebutkan pula delapan utusan diplomatik Muhammad SAW beserta misi mereka (hlm 161-2).

Di bidang Politik Ekonomi, Muhammad SAW telah melarang riba, gharar, ihtikar, tadlis, dan market inefficiency (hlm 163-164). Beliau juga sangat memperhatikan sistem upah (hlm 164) dan memiliki sistem kebijakan fiskal yang unik di zamannya (hlm 164-177).

Diuraikan pula tentang penerimaan negara Madinah antara lain berasal dari:
1. zakat
(berbentuk uang tunai, hasil pertanian, dan binatang ternak)
2. khums (harta rampasan perang)
3. jizyah (dibayarkan oleh warga non-Muslim khususnya ahli Kitab
untuk jaminan perlindungan jiwa, properti, ibadah, dan bebas
dari kewajiban militer. Kelompok non-Muslim yang pertama kali
setuju membayar jizyah kepada Rasulullah SAW adalah kaum
Kristen Najran)
4. Kharaj (pajak tanah)
5. Sumber Penerimaan Lain, misalnya:
a. 'Usyr: bea impor yang dikenakan kepada semua pedagang,
dibayar hanya sekali dalam setahun dan hanya berlaku
terhadap barang yang nilainya lebih dari 200 dirham.
b. pembayaran tebusan atas tawanan perang.
c. sumber penerimaan sekunder lainnya:
c.1. pinjaman-pinjaman
c.2. rikaz: harta karun yang ditemukan pada periode sebelum
Islam.
c.3. amwal al-fadhla: harta yang berasal dari kaum Muslim yang
meninggal tanpa ahli waris atau berasal dari barang-barang
seorang Muslim yang meninggalakan negerinya.
c.4. wakaf: harta benda yang didedikasikan kepada umat Islam
ikhlas semata karena Allah SWT.
c.5. nawa'ib: pajak yang jumlahnya cukup besar yang
dibebankan kepada kaum Muslim yang kaya untuk
menutupi pengeluaran negara selama masa darurat.
Hal ini pernah terjadi di masa perang Tabuk.
c.6. Bentuk lain shadaqah seperti qurban dan kaffarat.

Bab 9: Muhammad SAW sebagai Pemimpin Sistem Pendidikan Holistik

Dalam bab ini (hlm 181-213) dibahas tentang: perhatian Rasulullah SAW terhadap pendidikan, Rasulullah SAW sebagai Living Model, lembaga-lembaga pendidikan di masa Rasulullah SAW, lembaga-lembaga pendidikan pasca Rasulullah SAW, tuntunan Rasul tentang sifat-sifat guru, dua puluh metode dan teknik pengajaran.

Sebelas sifat mulia yang patut diamalkan oleh para guru (hlm187-193) yaitu: ikhlas, jujur, walk the talk (melakukan semua yang dikatakan), adil dan egaliter, berakhlak mulia, tawadhu, berani (dalam mengakui kesalahan dan kekurangan diri, mengungkapkan kebenaran, menegur perilaku siswa yang bermoral rendah atau berakhlak buruk), berjiwa humor (tidak berlebihan dalam bergurau), sabar dan menahan amarah, menjaga lisan, mampu bersinergi dan bermusyawarah.

Diuraikan secra lengkap dan terperinci pula disini (hlm 194-213) tentang 20 metode dan teknik pengajaran "Holistic Learning Methods" yaitu:
1. Learning Conditioning
2. Active Interaction
3. Applied-Learning Method
4. Scanning and Levelling
5. Discussion and Feed Back
6. Story Telling
7. Analogy and Case Study
8. Teaching and Motivating
9. Body Language
10. Picture and Graph Technology
11. Reasoning and Argumentation
12. Self Reflection
13. Affirmation and Repetition
14. Focus and Point Basis
15. Question and Answer Method
16. Guessing with Question
17. Encouraging Students to Ask
18. Wisdom in Answering Question
19. Commenting on Students Question
20. Honesty

Bab 10: Muhammad SAW sebagai Pemimpin Hukum

Dalam bab ini (hlm 217-252) dikemukakan tentang penghargaan dunia terhadap Muhammad SAW di bidang hukum, peran Rasulullah SAW dalam pembentukan Legal Jurisprudence, "karir hukum" Rasulullah SAW, peranan Rasulullah SAW dalam pembinaan hukum, karakteristik hukum Islam, periode pembentukan hukum Islam, Madinah kota peradaban berlandaskan hukum dan keadilan, metode pembentukan hukum Islam, keistimewaan hukum pada masa Rasulullah SAW, berijtihad dalam menetapkan hukum pada masa Rasulullah SAW, kesatuan hukum, kodifikasi hukum, perkembangan periode selanjutnya.

Ada beberapa hal yang menarik, yaitu: Nabi Muhammad SAW termasuk sebagai salah satu tokoh hukum dunia sepanjang masa (hlm 219), juga sebelas karakteristik hukum Islam (hlm 227-236):
1. Rabbaniyah (bersumber dari Allah)
2. Tadarruj (bertahap)
3. Umum (general)
4. Ideal dan Relistis
5. Wasathiyah/moderate (seimbang dan proporsional)
6. Murunah (fleksibel)
7. Al'Adalah (adil)
8. Raf'u al-Haraj (tidak sukar)
9. Qillatu al-Taklif (meminimalkan kewajiban hukum)
10. Jalbu al-Mashalih (sesuai dengan kemaslahatan umat manusia)
11. Takamul/Syumul (komprehensif, maksudnya: lengkap, sempurna, dan berkumpul padanya berbagai macam pandangan hidup)

Bab 11: Kepemimpinan Militer Muhammad SAW

"Seratus kemenangan dalam seratus pertempuran bukanlah keterampilan militer yang luar biasa. tetapi menundukkan kekuatan lawan tanpa pertempuran itulah keterampilan militer yang paling hebat." (Sun Tzu)

Dalam bab ini (hlm 255-282) diuraikan tentang: Perang Fijar, ancaman dari luar madinah, strategi pertahanan Madinah, Perang Badar al-Kubra, Ekspedisi antara Badr dan Uhud, Perang Uhud, Ekspedisi-ekspedisi antara perang Uhud dan Ahzab (Khandaq), Perang Ahzab (Khandaq), operasi militer sesudah Perang Ahzab, Perang Khaibar, Penaklukan Makkah, Ekspedisi Pasca Penaklukan Makkah, Beberapa Strategi Militer Muhammad SAW.

Beberapa sifat kepemimpinan militer Muhammad SAW sbb:
1. Bermusyawarah dalam menentukan taktik militer
2. Mengalahkan musuh tanpa pertempuran
3. Meminimalkan jumlah korban
4. Tidak mudah marah
5. Pendelegasian Kepemimpinan Pasukan
6. Membawa Tradisi baru tujuan peperangan, yakni jihad
7. Komunikasi militer yang Jelas dan Tegas
8. Selalu waspada
9. Tidak segan turun ke bawah
10. Memberi pujian dan bersikap adil terhadap pasukan

Bab 12. Epilog: Jika Saat ini Rasulullah SAW Duduk di Samping Anda

Bab ini (hlm 285-291) berisi mutiara nasihat seandainya Rasulullah SAW saat ini di samping kita.

"Wahai saudaraku aku (Rasulullah SAW) bahagia engkau telah membaca perjalanan dakwah dan riwayat hidupku. Aku berharap di setiap lembaran buku yang kau baca akan kaudapatkan hikmah dan pencerahan serta motivasi untuk berjuang menuju hari esok yang lebih baik."

"Ketahuilah wahai saudaraku, bahwa dakwah yang paling utama adalah dakwah dengan suri tauladan. Usahakanlah dengan maksimal untuk shalat tahajjud secara teratur sebelum kita mengajak orang lain bangun shalat malam. Bermurah tanganlah kepada kerabat dekat dan handai taulan serta fakir miskin sebelum kita mengajak orang lain bershadqah. Berhentilah merokok sebelum menyuruh anak Anda tidak merokok. Tekanlah ego Anda dan tebarkanlah senyum sebelum Anda menyuruh orang lain berperilaku santun."
Semoga buku ini bisa memberikan insporasi kepada kita semua agar bisa hidup bahagia dunia akhirat, dan menjalani hidup sesuai dengan tuntunan nabi besar Muhammad SAW .

Fahrie Schitzo
READMORE
 

AKEELAH


RESENSI BUKU AKEELAH ;

Akeelah
Judul Buku     : “AKEELAH”
Pengarang      :  James W. Ellison yang berdasarkan naskah film karya Doug Atchison
Penerjemah    : Sapardi Djokodamono
Tahun Terbit  : 2006
Penerbit         : Yayasan Obor Indonesia
Desain Sampul: Stephen Rinaldy
Tebal Buku     : 207 halaman
Gambar Sampul:
Gambar penampilan Akeelah di atas panggung dan di hadapan para juri serta penonton saat mengikuti lomba mengeja
Kepengarangan :
Novel Akeelah ditulis oleh James W. Ellison dari naskah film Akeelah and the Bee yang ditulis oleh Doug Atchinson yang juga menjadi sutradara filmnya.  James W. Ellison sudah mengalihwanakan (novelisasi) beberapa film seperti Finding Forrester, Two Brothers, dan Rudy.
Ikhtisar Cerita            :
Akeelah menceritakan anak perempuan Afrika-Amerika asal Los Angeles Selatan yang menemukan kekuatan diri dan dukungan orang-orang di sekitarnya menuju lomba mengeja tingkat nasional.
Tokoh Akeelah, merupakan remaja kulit hitam murid kelas VII Sekolah Menengah Crenshaw yang masih berumur 11 tahun. Ia tinggal bersama ibu dan kakak-kakaknya, sementara ayahnya telah meninggal   3 tahun lalu karena menjadi korban salah tembak oleh polisi saat akan membeli sebungkus rokok di depan sebuah ruko.
Diawali oleh tawaran dari Bu Cross, guru Akeelah di sekolahnya untuk mengikuti lomba mengeja di tingkat distrik dan bujukan dari kepala sekolahnya, Pak Welch. Meskipun awalnya ia menolak untuk mengikuti perlombaan tersebut tapi akhirnya ia tertarik juga untuk mengikuti perlombaan yang bergengsi tersebut. Dengan bantuan Dr. Larabee, seorang professor bahasa Inggris, Akeelah berlatih dengan keras hingga akhirnya ia lolos ke tingkat regional. Di tingkat regional Akeelah bukan saja harus belajar dengan sangat keras dan menguras seluruh kemampuannya, ia pun harus menghadapi kenyataan bahwa ia berbeda dari peserta-peserta lainnya yang berasal dari keluarga sangat berkecukupan. Namun, semua halangan itu tidak membuatnya mundur atau rendah diri. Dengan bantuan Dr. Larabee, Akeelah membuktikan bahwa meskipun berasal dari keluarga pas-pasan, bersekolah di sekolah yang tidak masuk kategori baik, hidup di lingkungan yang penuh masalah sosial, seorang anak yang mendapat dukungan dan kasih sayang dari keluarga dan lingkungannya bisa memperlihatkan kemampuan luar biasa tak terduga. Di tingkat regional itu pula ia berkenalan dengan Javier, seorang murid yang baik hati dan mempunyai humor tinggi, murid dari Sekolah Menengah Woodland Hills yang akhirnya membantu Akeelah sampai ke tingkat Nasional. Dia pun mengenal  Dylan Watanabe, murid Sekolah Menengah Woodland Hills yang sudah 3 tahun berturut-turut menjadi juara kedua di Perlombaan Mengeja  Scripps Nasional. Hanya saja ia berbeda dengan Javier, dia bersikap sedikit angkuh. Mereka bertiga itulah yang akhirnya lolos ke tingkat negara bagian. Di tingkat Negara bagian pun Akeelah bisa lolos menjadi 10 besar terbaik yang akan mewakili Negara bagiannya ke tingkat nasional. Walaupun lolosnya Akeelah ke tingkat nasional dapat dibilang suatu keberuntungan karena ada seorang peserta yang berbuat curang saat perlombaan berlangsung yang akhirnya mengantar Akeelah ke tingkat nasional bersama Javier dan Dylan.
Setelah itu kehidupan Akeelah mulai berubah. Ia menjadi sorotan banyak orang, bahan obrolan, dan kebanggaan Crenshaw  karena akan mewakili Crenshaw ke perlombaan mengeja tingkat nasional di Washington D.C. Namun ia tidak merasa nyaman dengan semua itu. Apalagi ketika Dr. Larabee, pelatih mengejanya menyatakan tidak akan melatihya lagi karena sudah merasa sudah memberikan pelatihan dan teknik-teknik pada Akeelah. Dr. Larabee  hanya memberi Akeelah sebuah kotak yang berisi 5000 kata yang terdiri kata Latin, Perancis, Denmark, dll, juga Georgia teman terbaiknya di Crenshaw yang mulai menghindarinya membuat Akeelah menjadi gusar. Akan tetapi ibunya memberikan semangat pada anaknya itu agar tetap selau berlatih lebih keras lagi walaupun sebelum Akeelah lolos ke tingkat regional, ibunya melarangnya mengikuti perlombaan tersebut. Akhirnya, di manapun ia berada, ia meminta orang di sekitarnya untuk memberi beberapa kata untuk ia eja.
Akhirnya perlombaan mengeja tingkat nasional telah tiba. Akeelah berangkat ke Washington D.C. bersama Pak Welch dan ibunya. Dr. Larabee pun menghadiri perlombaan tersebut untuk menyaksikan penampilan Akeelah.
Peserta demi peserta mulai berguguran hingga akhirnya menyisakan 2 peserta, yaitu Akeelah Anderson dan Dylan Watanabee. Mereka bersaing sangat ketat. Karena mereka sama kuatnya dan masing-masing hanya melakukan kesalahan 1 kata saja hingga kata terakhir, Akeelah dan Dylan akhirnya menjadi juara bersama-sama. Mereka meraih trofi dan uang 20.000 dollar Amerika. 
Bahasa pengarang:
Bahasa pengarang menggunakan bahasa sehari-hari yang mudah dimengerti oleh anak-anak. Apalagi pengarang lebih banyak menggunakan kata-kata tidak baku untuk menggambarkan bahasa yang digunakan Akeelah.
Kelebihan:
Bahasanya mudah dimengerti sehingga dapat kita bayangkan dengan mudah apalagi ditambah dengan beberapa gambar dari adegan-adegan di film aslinya. Buku ini juga mengedepankan nilai luhur pendidikan yang pada dasarnya memberikan kesempatan yang sama kepada setiap individu tanpa membedakan warna kulit, agama, status sosial atau apapun.
Kekurangan:
Pembaca tidak dapat dengan mudah mengingat peristiwa-peristiwa sebelumnya sehingga terkadang harus membuka lembaran yang lalu.
Kesimpulan :
Buku yang mengusung nilai-nilai luhur keseteraan, keluarga, dan persahabatan ini sangat pantas menjadi bacaan wajib bagi anak-anak apalagi anak-anak Indonesia yag rasanya saat ini masih kekurangan bacaan yang baik dan inspiratif.

Fahrie Schitzo

READMORE
 

Resensi Buku | Untuk Indonesia yang Kuat: 100 Langkah Untuk Tidak Miskin


Resensi Buku | Untuk Indonesia yang Kuat: 100 Langkah Untuk Tidak Miskin – Ligwina Hananto


Untuk Indonesia yang Kuat: 100 Langkah Untuk Tidak Miskin
Buku yang memang ditujukan ke golongan masyarakat ekonomi kelas menengah ini memberikan penjelasan mengapa berinvestasi itu penting untuk menjamin masa depan. Konsep-konsep keuangan disampaikan dengan cukup sederhana, sehingga pembaca yang tidak berasal dari latar belakang pendidikan Ekonomi pun akan tetap mampu mengikuti pembahasan dengan mudah. Buku terbitan Literati ini ukuran hurufnya cukup besar dan juga banyak dilengkapi ilustrasi yang menarik, namun membuat buku ini terkesan ‘tebal tapi tipis’. Pembaca tidak membutuhkan waktu lama untuk menyelesaikan buku ini.
Meskipun buku ini dikesankan sebagai buku yang dapat digunakan sebagai tips panduan finansial, tapi buku ini lebih banyak membahas tentang manfaat berinvestasi. Tentu saja hal ini wajar karena penulis merupakan seorang perencana keuangan, sehingga dia akan lebih banyak membahas hal-hal yang digelutinya setiap hari. Sebenarnya hal itu membuat pembahasan lebih cocok dibaca oleh orang-orang yang memang posisinya sebagai karyawan dan akan seterusnya menjadi karyawan.
Sayangnya, tidak banyak pembahasan mengenai entrerepenurship di buku ini. Padahal dalam salah satu langkah ‘tidak miskin’ dituliskan bahwa seseorang sebaiknya memiliki bisnis sendiri. Pembahasan yang kurang dalam aspek ini menimbulkan kesan bahwa pembahasannya tidak berimbang dan buku ini seolah lebih seperti iklan agar masyarakat lebih banyak menggunakan jasa financial planner. Saya sendiri tidak terlalu banyak memahami konsep ekonomi karena latar belakang pendidikan saya bukan jurusan Ekonomi, tapi saya merasa bahwa menggantungkan masa depan melalui investasi reksadana saja juga masih kurang. Mungkin ini dipengaruhi oleh pengamatan saya terhadap keluarga saya yang semuanya berwirausaha, sehingga mereka lebih banyak memiliki ‘uang betulan’.

Fahrie Schitzo
.
READMORE
 

Resensi Buku: Mimpi Sejuta Dolar


Resensi Buku : Mipi Sejuta Dollar

Judul : Mimpi Sejuta Dolar
Penulis : Alberthiene Endah
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
Cetakan : I, 2011
Tebal : xiv + 368 halaman
Harga : Rp63.000

Inspirasi dari Miliarder Muda Indonesia
Kita semua tentu menyadari bahwa mewujudkan mimpi besar tidaklah semudah memiliki mimpi itu sendiri. Ada banyak tantangan dan hambatan yang selalu siap menghadang langkah kita menuju mimpi besar tersebut. Tidak sedikit orang yang menyerah di tengah jalan karena begitu hebatnya hambatan yang harus dilewati. Namun, ketika tantangan dan hambatan itu berhasil diatasi, ternyata hasil yang diperoleh begitu manis.
Alkisah, ada seorang wanita Indonesia yang begitu keras memperjuangkan mimpinya di negeri orang. Perjuangannya begitu hebat, dan semua itu dilakukan demi satu tujuan besar, yakni meraih kebebasan finansial sebelum berusia 30 tahun. Setelah berhasil melewati masa-masa hidup yang begitu sulit, ia pun mampu meraih kesuksesan yang luar biasa pada usia yang masih muda. Dialah Merry Riana, miliarder yang berhasil meraih penghasilan sebesar 1 juta dolar pada usia 26 tahun.
Pengalaman Merry dalam mengatasi tantangan hidup sungguh panjang dan mengesankan. Kisah hidupnya itu kemudian dituangkan ke dalam buku “Mimpi Sejuta Dolar”, dengan harapan bisa memotivasi dan menginspirasi banyak orang agar lebih semangat dalam mengejar mimpi masing-masing. Buku ini ditulis oleh Alberthiene Endah, penulis yang memang sudah beberapa kali menulis buku biografi tokoh-tokoh terkenal di Indonesia.
Merry berkisah, tidak pernah terbayangkan sebelumnya bahwa dia harus menghadapi masa-masa kuliah yang begitu berat. Kerusuhan Mei 1998 menyisakan duka yang mendalam bagi warga keturunan, tak terkecuali keluarga Merry. Kedua orangtuanya pun merasa perlu mengirim Merry ke Singapura untuk kuliah karena kondisi dalam negeri dirasa kurang kondusif. Bagaimanakah cara membayar biaya kuliah di luar negeri di tengah kondisi keuangan keluarga yang sedang terpuruk? Ternyata ada cara. Merry mengikuti program utang pendidikan dari pemerintah Singapura. Setelah lulus kuliah, utang tersebut wajib dibayar.
Membaca buku ini layaknya membaca novel drama, begitu asyik dan enak dibaca. Alberthiene Endah selaku penulis berhasil melukiskan titik-titik penting nan dramatis dari perjuangan hidup Merry dengan begitu apik. Beberapa di antaranya adalah cerita ketika hampir setiap hari Merry menyantap mi instan, mengisi perut sekadarnya dengan roti, memesan menu makan siang yang paling murah, serta minum air putih sebanyak-banyaknya untuk mengatasi lapar di malam hari. Semua itu Merry lakukan untuk berhemat, sebab ia dituntut untuk bisa bertahan hidup dengan uang 10 dolar seminggu. Sungguh perjuangan yang luar biasa, sebab ia harus melakukan penghematan itu di tengah beratnya proses perkuliahan di kampusnya, Nanyang Technology University.
Buku ini sungguh cocok dibaca oleh siapa pun yang haus akan bacaan-bacaan motivasi. Kisah nyata Merry yang telah berjuang mati-matian dalam meraih mimpinya dengan menjaga etos kerja dan disiplin yang ketat merupakan inspirasi yang penuh makna. Kita pun merasa terdorong untuk berani bermimpi besar, lalu memperjuangkannya sekuat tenaga. Karena, Merry telah membuktikan, mimpi besar bukanlah hal yang mustahil untuk diraih, asalkan kita pantang menyerah dan senantiasa menyertakan Tuhan dalam setiap usaha keras yang kita lakukan.
****
Fahrie Schitzo

READMORE
 

Suara Kritis dari Twitter



Judul : Percikan (Kumpulan Twitter @gm_gm)
Penulis : Goenawan Mohamad
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2011
Tebal : ix + 320
Harga : Rp. 65.000
Dunia virtual merupakan media alternatif yang demokratis. Artinya, ia hadir dengan terlepasnya pakem-pakem seperti yang melekat pada media tradisional seperti surat kabar maupun televisi.
Dengan begitu, setiap individu yang memiliki akses ke jaringan internet, dapat menjadikannya medium komunikasi. Setiap hal dapat dikomunikasikan secara bebas, mulai dari ide, gagasan, opini, sindiran ataupun kecaman.
Twitter, sebagai media sosial di dunia virtual, memiliki karakter yang sama. Tidak mengherankan jika Twitter terpilih juga sebagai medium komunikasi. Twitter tak hanya terbuka, melainkan resisten terhadap intervensi.
Tidak salah jika Goenawan Mohammad memilih Twitter untuk melemparkan pecahan gagasannya. Ia seakan dapat melihat bahwa media ini punya kekuatan tersendiri, apalagi akunnya memiliki puluhan ribu pengikut (followers).
Kumpulan celetukhan--demikian Goenawan mengistilahkannya--merupakan tweet Goenawan yang dimulai pada akhir tahun 2009. Hingga Agustus 2011 jumlah tweet yang ia sampaikan hampir mendekati 18.000 buah.
Keseluruhan tweet ini dikumpulkan menjadi beberapa kategori. Kategori tersebut antara lain media dan informasi, politik dan demokrasi, ekonomi dan konsumerisme, bangsa dan negara, hingga tokoh dan sejarah.
Adalah usaha yang pantas untuk dihargai untuk mengumpulkan tweet Goenawan dalam sebuah antologi. Pasalnya, memang banyak ide, pernyataan ataupun pemikiran yang layak didokumentasikan.
Semua itu disampaikan secara beragam oleh Goenawan, ada yang bernada pedas, penuh sindiran, bahkan humor. Ini yang membuat kumpulan tweet ini lebih bercitarasa, ringan, namun tetap perlu dikulum agar "manisnya" terasa.
Meskipun demikian, Goenawan tetap kritis. Sesuatu yang busuk akan tetap ia katakan busuk. Ia bahkan tidak segan untuk keras menunjuk "orang-orang di Senayan" sebagai hipokritan yang rakus kekuasaan dan doyan fulus.
Kategorisasi ini menjadi cara yang pas untuk memahami satu per satu tweet Goenawan. Pasalnya, jika tweet ini dibaca secara terpisah dalam medium yang berbeda-beda, maka tweet ini menjadi "tidak" berbunyi apa-apa.
Hal yang kurang dari buku ini adalah tidak adaanya latar belakang dari tweet yang ditulis oleh Goenawan. Padahal latar hal ini akan mengembalikan ingatan seseorang pada peristiwa yang dimaksud oleh Goenawan.
Pembaca mutakhir mungkin dapat memahami tweet Goenawan. Namun jika buku ini kelak dibaca oleh mereka yang saat ini masih berusia belasan tahun, barangkali apa yang disampaikan oleh Goenawan tak lagi punya makna.
Lihat saja tweet Goenawan pada halaman 132 tentang "cicak dan buaya". Bayangkan, pada saat itu makna "cicak" dan "buaya" mungkin sudah tidak lagi sama dengan saat ini.
Atau tweet mengenai Nurdin Halid yang disindir akan membuat pakaian ala pemimpin Libya M Khadafi. Tweets ini tidak akan punya makna jika pembaca tidak paham sejarah Libya.
Tetapi tweet memang sebuah celetukhan spontan yang dapat ditulis dari manapun dan dalam kondisi apapun. Tweet bukanlah sebuah esai yang ditulis dengan persiapan, referensi atau bahan khusus.
Namun, paling tidak, kekritisan Goenawan mengingatkan kepada pembaca bahwa negeri ini masih berjubel dengan masalah yang nyata-nyata menuntut penyelesaian.***

Fahrie Schitzo
READMORE
 

Kebusukan di Balik Coca Cola





Judul : The Coke Machine,
Kebenaran Kotor di Balik Minuman Ringan Favorit Dunia
Penulis : Michael Blanding
Penerbit : Elex Media Komputindo
Terbit : 2011
Halaman : 420 Halaman
Harga : Rp. 99.800


Korporasi raksasa yang mendunia selalu memiliki dua wajah yang bertolak belakang Di satu sisi ia dapat tampil cantik, namun di sisi lain ia memiliki wajah buruk yang selalu ingin dirahasiakan.

Begitu juga dengan perusahaan minuman ringan bersoda The Coca Cola Company. Perusahaan yang telah mendunia ini dilaporkan memiliki sejumlah persoalan yang selama ini tidak diketahui oleh publik.

Buku yang ditulis oleh Michael Blanding ini menjelaskan bagaimana kemajuan perusahaan yang berdiri pada tahun 1892 itu bukan semata-mata karena kehebatan produknya, namun karena iklan.

Iklan Coca Cola yang begitu hebat telah membentuk berbagai citra tentang Coca Cola. Tak ayal lagi, Coca Cola tidak hanya sekadar brand yang mendunia, namun juga sebuah kultur.

Sebagai sebuah kultur Coca Cola menjadi bagian dari keseharian, terutama orang-orang Amerika. Konsumsi Coca Cola pun menjadi sebuah simbol ataupun identitas masyarakat Amerika.

Hasilnya, lingkar pinggang orang Amerika kian membesar. Penelitian menunjukkan bahwa minuman soda yang ditambahkan pada porsi setiap kali makan, akan menambah kemungkinan kegemukan sekitar 60 persen (hal. 90).

Di samping itu, Coca Cola pun telah masuk dalam dalam ritus-ritus keagamaan dan praktik budaya. Masyarakat yang hidup di perbukitan Chiapas Highlands, Meksiko, misalnya, kini telah melibatkan "si kaleng merah" dalam ritual-ritual keagamaan, ia menjadi bagian dari pemujaan.

Hal ini menunjukkan bagaimana Coca Cola telah mengubah kode-kode dalam praktik ritual. Ia telah menjungkirbalikkan nilai-nilai otentik budaya lokal. Jika memang Coca Cola concern dengan keberlangsungan budaya lokal, seharusnya ia dapat mengendalikan ini.

Persoalan yang harus dihadapi Coca Cola adalah persoalan pelanggaran hak-hak asasi buruh. Ini terjadi di Columbia. Di negara ini sejumlah kasus yang berakhir pada kematian buruh pabrik Coca Cola, beberapa kali terjadi.

Tuntutan buruh untuk memperoleh hak-haknya ternyata tidak selalu mendapat respon positif. Bahkan Dalam buku ini disampaiakan justru perusahaan yang berusaha untuk menghancurkan serikat pekerja yang menuntut hak-haknya.

Malah, dilukiskan dalam buku ini adanya kemungkinan disewanya tentara bayaran untuk menghentikan gerakan serikat pekerja. Di negeri yang sama juga dilakukan montaje judicial atau jebakan pengadilan terhadap para aktivis serikat pekerja.

Masalah lain yang terus menyudutkan Coca Cola adalah pencemaran lingkungan. Dari India dilaporkan bahwa perusahaan minuman bersoda itu telah mencemari lingkungan. Mereka membuang limbah pabrik dengan seenaknya.

Limbah pabrik itu telah memperburuk kondisi lingkungan. Bahkan hewan-hewan peliharaan mati karena meminum air dari sungai yang tercemar. Keinginan untuk mengubah keadaan ini juga tidak kunjung muncul.

Catatan lain tentang buku ini ialah, adanya ketidakberimbangan dalam menampilkan fakta mengenai Coca Cola. Hasilnya, buku ini terkesan sebagai black campaign terhadap perusahaan asal Amerika Serikat itu...***

Fahrie Schitzo
READMORE
 

Resensi Buku 27 Kiat Memperkuat Daya Ingat (27 Tips for Super Power Memory)

IDENTITAS BUKU
27-kiat-memperkuat-daya-ingat 
Judul buku : 27 Kiat Memperkuat Daya Ingat (27 Tips for Super Power Memory)
Pengarang : Kay White
Penerjemah : Drs. Kustadi Suhandang
Editor : M. Ni’mal Fata
Penerbit : Yayasan Nuansa Cendekia
Cetakan : pertama; Januari 2004
Tebal : 139 halaman
Diresensi oleh Ruthadaning Inayati
SINOPSIS
“Ingatan Akan Menjembatani Hidup Anda”
“Kamu tidak ingat apa pun!”.
Pernahkah Anda mendengar teguran tersebut dari seseorang karena Anda selalu tidak ingat apa yang dia titipkan? Jika iya, dan bahkan berulang kali maka anda termasuk ke dalam golongan orang yang memiliki ingatan yang buruk. Hal ini fatal akibatnya jika Anda terus-menerus pelupa. Padahal ingatan Anda sangat diperlukan bagi hidup Anda. Misalnya, seorang siswa harus mengingat rumus-rumus di saat mengerjakan ujian matematika.
Ada 27 cara menurut buku ini untuk memperkuat daya ingat Anda, antara lain :
  1. Mintalah pikiran Anda untuk mengingat apa yang ingin Anda ingat.
  2. Simpan berkas, beri indeks dan rekam dengan baik di tempat yang baik pula.
  3. Jangan bingung jika Anda sedang melupakan sesuatu.
  4. Mintalah bantuan kepada pikiran bawah sadar.
  5. Berikan konteks dan latar belakang fakta dalam pikiran.
  6. Ubahlah fakta yang ada ke dalam format yang Anda miliki.
  7. Pahami suatu hal secara menyeluruh maka Anda akan mudah ingat.
  8. Hindari kerumitan informasi dengan membaginya menjadi komponen-komponen kecil.
  9. Buatlah skema pikiran-pikiran Anda.
  10. Yakini bahwa Anda bisa dan mampu untuk mengingat.
  11. Tetapkan hati untuk meningkatkan daya ingat Anda dan mulailah mengerjakan sesuatu dengan benar saat ini.
  12. Buanglah rasa rendah diri akan ingatan Anda. Ingatlah bahwa Anda tidak berpikir sendirian dan bahwa orang lain juga memiliki masalah ingatan.
  13. Yakinlah dan jangan ragu-ragu dalam mengingat.
  14. Segera cari tahu apa yang membuat ingatan anda bermasalah dan pecahkan masalah Anda.
  15. Disiplinkan pikiran kita agar tidak mudah kacau.
  16. Pahami bahwa kapasitas pikiran Anda tidak terbatas.
  17. Hubungkan informasi-informasi Anda dengan cara membuat cerita-cerita pendek.
  18. Hubungkan informasi anda dengan benda-benda yang familiar dan mudah diingat.
  19. Hubungkan informasi benda dengan bunyi-bilangan contoh angka 1 untuk sepatu, 2 untuk gua dsb.
  20. Hubungkan informasi dengan bentuk benda lain. Misalnya tiang bendera mirip angka 1, bebek mirip angka 2 dsb.
  21. Hubungkan benda-benda dengan bunyi abjad.
  22. Hubungkan informasi dengan gabungan bentuk huruf dan angka.
  23. Hubungkan benda dengan jumlah himpunannya.
  24. Cocokkan dan kenali ciri khusus dari nama dan wajah seseorang.
  25. Jika ingin mengingat angka, carilah arti dari angka-angka tersebut.
  26. Ketahui kombinasi sebesar-besarnya dari bilangan dan asosiasikan angka-angka tersebut dengan kata-kata.
  27. Sampaikan informasi yang Anda ketahui pada orang lain melalui berbicara dan berpidato.
KELEBIHAN
  • Teknik penyajian dengan contoh-contoh yang banyak dan sederhana.
  • Penyajian ilustrasi dan gambar menambah ketertarikan dan pemahaman pembaca.
  • Desain kover yang bagus dan menarik.
KEKURANGAN
  • Penyajian contoh-contoh yang terlalu banyak tanpa penjelasan contoh yang memadai.
  • Judul sub bab yang tidak mewakili isi.
KEBERMANFAATAN
  • Memberikan tips-tips yang sederhana untuk memperkuat daya ingat.
  • Menyajikan contoh-contoh cara memperkuat daya ingat yang mudah untuk dipraktekkan. 


  •  Fahrie Schitzo







    READMORE
     

    Cara Nekat Naik Haji

     


    Judul: Haji Nekat
    Penulis: Haji Bahari
    Halaman: 494 halaman
    Penerbit: Pena Semesta
    Terbit: I, Maret 2012



    Berangkat berhaji lewat udara adalah hal biasa. Namun, akan luar biasa jika perjalanan tersebut dilakukan lewat darat. Pasalnya, tantangan dan persoalan yang dihadapi saat berhaji lewat darat, jauh lebih pelik dan nyaris sulit diatasi.
    Tetapi itu tidak menjadi halangan bagi Bahari. Lelaki yang berprofesi sebagai wartawan itu nekat pergi menunaikan ibadah haji lewat darat. Kedengarannya tidak masuk akal. Tetapi kenekatan itu didukung oleh rekan-rekan kerjanya.
     Persiapan serta perhitungan yang matang dilakukan agar gagasan ini tidak menemui kegagalan. Penentuan rute-rute jalan darat yang aman adalah sebagian kecil dari persiapan yang dimaksud.  Hal ini penting terutama jika penulis harus melalui wilayah-wilayah konflik.
    Pengalaman selama melakukan perjalanan menuju Tanah Suci itulah yang dikumpulkan dalam buku ini. Sebelumnya, tulisan-tulisan itu dimuat sebagai tulisan berseri di surat kabar harian tempatnya bekerja.
    Sebagai perjalanan yang sarat nuansa petualangan, hal yang menarik dari tulisan-tulisan Bahari adalah kisah-kisahnya saat melintasi berbagai negeri dengan birokrasi, kebijakan, serta kebiasaan yang berbeda.
    Kesulitan dan ketidaknyamanan ketika menempuh perjalanan, juga acap kali disampaikan oleh Bahari. Ini membuat pembaca bersyukur karena berangkat berhaji di masa ini jauh lebih mudah.
    Sebut saja ketika Bahari berada di Bangkok dan harus menempuh perjalanan dari Monywa ke Kalay. Karena kehabisan tiket, ia terpaksa menumpang sebuah bis yang hanya menyisakan ruang sempit di bagian belakang. Ini membuatnya kesulitan untuk sekadar menyelonjorkan kaki.
    Jalanan yang rusak dan bis yang sering mengalami gangguan mesin, telah membuat perjalanan ke Kalay itu ditempuh lebih dari 21 jam. Dapat dibayangkan bagaimana penulis harus bertahan selama itu dengan  kondisi yang tidak nyaman.
    Selain itu, ketegangan pun kerap dialami oleh Bahari. Ini terjadi ketika ia memasuki wilayah Myanmar. Di wiayah ini orang asing selalu diawasi secara ketat atau dilarang sama sekali.
    Bahari pun mengalami hal yang sama. Alhasil ia harus segera meninggalkan wilayah tersebut dengan berbagai ancaman.
     Ketegangan juga terjadi ketika penulis berada di wilayah Pakistan. Di sana ia harus berhadapan dengan petugas yang menaruh curiga kepadanya. Tak ayal, bawaan penulis diperiksa, termasuk file yang tersimpan dalam laptop.
    Di sini identitas Bahari sebagai wartawan terbongkar. Ia pun diusir dari Gwadar untuk kembali ke Karachi. Dari sana ia harus meninggalkan Pakistan karena kedapatan melakukan kegiatan jurnalistik.
    Dari Pakistan Bahari harus terbang ke Oman untuk kemudian menuju Jeddah, Arab Saudi. Perjalanan udara ini dilakukan karena untuk pemegang visa haji kuota, calon haji harus masuk Jeddah melalui pintu imigrasi bandara King Abdul aziz. Dari Jeddah penulis  akhirnya tiba diMakkah.
    Di Makkah Bahari menuliskan beragam feature menarik, mulai dari soal kuliner, polah calon haji, hingga ”keajaiban” yang dialami. Tulisan-tulisan itu diracik sedemikian rupa sehingga pembaca seakan berada dalam situasi yang sama dengan penulis. Tidak mengherankan kalau pembaca tidak bosan untuk terus menyimak kisah-kisahnya.


    Fahrie Schitzo_
    READMORE